OJK: Indonesia Masuk Sepuluh Besar Negara Target Anomaly Traffic
OJK: Indonesia Masuk Sepuluh Besar Negara Target Anomaly Traffic

OJK: Indonesia Masuk Sepuluh Besar Negara Target Anomaly Traffic

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deden Firman Hendarsyah, mengungkapkan bahwa Indonesia termasuk dalam sepuluh negara dengan tingkat anomaly traffic tertinggi di dunia. Anomaly traffic merupakan pola lalu lintas data yang tidak wajar dan seringkali menjadi indikator aktivitas penipuan atau pencurian data pada layanan keuangan digital.

Berikut beberapa temuan penting:

  • Indonesia berada di peringkat 8 global berdasarkan volume anomaly traffic yang terdeteksi.
  • Mayoritas insiden terkait kartu kredit, e‑wallet, dan layanan pinjaman daring.
  • Lebih dari 60% kasus berasal dari serangan otomatis (bot) yang meniru perilaku pengguna sah.

OJK menegaskan langkah-langkah yang sedang dan akan diambil untuk memitigasi risiko tersebut:

  1. Peningkatan koordinasi dengan lembaga pengawas siber dan penyedia infrastruktur internet.
  2. Pengembangan standar keamanan API yang wajib dipatuhi oleh semua penyelenggara layanan keuangan.
  3. Pelatihan intensif bagi institusi keuangan dalam mendeteksi dan menanggapi anomaly traffic secara real‑time.
  4. Penerapan sanksi administratif bagi pelanggar regulasi keamanan data.

Selain itu, OJK mengajak seluruh pelaku industri, termasuk fintech, bank, dan perusahaan teknologi, untuk bersama‑sama memperkuat mekanisme deteksi dini serta meningkatkan edukasi kepada nasabah tentang bahaya phishing dan skema penipuan digital.

Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menurunkan angka anomaly traffic dan melindungi ekosistem keuangan digital Indonesia dari ancaman siber yang semakin canggih.