MinyaKita Turun Harga, Mendag Ungkap Fakta Pasokan Masih Bergantung DMO
MinyaKita Turun Harga, Mendag Ungkap Fakta Pasokan Masih Bergantung DMO

MinyaKita Turun Harga, Mendag Ungkap Fakta Pasokan Masih Bergantung DMO

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Harga minyak goreng merek MinyaKita kembali mengalami penurunan pada pekan ini, menurunkan beban konsumen di tengah inflasi yang masih tinggi. Penurunan ini terjadi meski Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa pasokan minyak goreng nasional masih sangat dipengaruhi oleh kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) serta fluktuasi ekspor produk kelapa sawit.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan, Bahlil Lahadalia, penurunan harga tidak serta-merta mencerminkan melonggannya pasokan domestik. Ia menegaskan bahwa DMO tetap menjadi instrumen utama yang mengatur alokasi minyak goreng ke pasar dalam negeri, khususnya untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan produk bagi konsumen.

Beberapa faktor yang memengaruhi penurunan harga MinyaKita antara lain:

  • Penurunan tarif bea masuk pada produk minyak goreng impor yang berlaku sejak awal tahun.
  • Penyesuaian kebijakan DMO yang memberikan ruang bagi produsen untuk menyalurkan sebagian produksi ke pasar ekspor, namun tetap mempertahankan kuota penyerapan domestik.
  • Peningkatan persaingan di antara produsen lokal yang berusaha menarik konsumen dengan strategi harga agresif.

Sementara itu, data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa volume ekspor kelapa sawit pada kuartal pertama 2024 meningkat sebesar 12,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ekspor ini berpotensi mengurangi pasokan minyak goreng di pasar domestik, yang menjadi alasan mengapa DMO masih dipertahankan.

Berikut rangkuman poin penting yang diungkapkan oleh Mendag:

  1. Pasokan minyak goreng domestik masih tergantung pada kebijakan DMO.
  2. Penurunan harga MinyaKita bersifat sementara dan dipengaruhi faktor eksternal.
  3. Volume ekspor produk kelapa sawit terus meningkat, sehingga sebagian produksi diarahkan ke pasar luar negeri.
  4. Kementerian terus memantau harga dan akan menyesuaikan kebijakan DMO bila diperlukan untuk melindungi konsumen.

Pengamat pasar menilai bahwa meski harga minyak goreng dapat turun dalam jangka pendek, ketergantungan pada DMO dan dinamika ekspor akan tetap menjadi faktor utama yang menentukan kestabilan harga di masa mendatang.