Bapanas Pantau Penyerapan Telur Peternak di Blitar, Optimalisasi Melalui MBG
Bapanas Pantau Penyerapan Telur Peternak di Blitar, Optimalisasi Melalui MBG

Bapanas Pantau Penyerapan Telur Peternak di Blitar, Optimalisasi Melalui MBG

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali menegaskan komitmennya dalam mengawasi produksi telur di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, agar dapat terserap secara optimal oleh Mitra Binaan Gudang (MBG). Langkah ini diambil untuk menjamin stabilitas pasokan dan harga telur bagi konsumen serta meningkatkan kesejahteraan peternak kecil.

Blitar telah lama menjadi sentra produksi telur ayam ras, dengan ribuan peternak yang beroperasi secara tradisional maupun semi‑modern. Meskipun volume produksi cukup tinggi, tantangan utama yang dihadapi adalah penyaluran yang belum merata, sehingga sebagian besar telur berpotensi terbuang atau dijual dengan harga rendah.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bapanas meluncurkan serangkaian kegiatan pengawasan dan pendampingan, antara lain:

  • Verifikasi kualitas telur melalui inspeksi rutin di lapangan, memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi.
  • Koordinasi dengan MBG untuk menyalurkan telur ke jaringan distribusi yang mencakup pasar tradisional, supermarket, kantin sekolah, dan institusi publik.
  • Fasilitasi pelatihan bagi peternak tentang manajemen produksi, pengemasan, serta teknik pemasaran yang efektif.
  • Pemantauan harga secara real‑time guna mencegah fluktuasi berlebih yang dapat merugikan peternak.

Hasil pemantauan awal menunjukkan bahwa sekitar 75‑80 persen produksi telur di Blitar berhasil diserap oleh MBG, baik untuk kebutuhan konsumsi domestik maupun untuk pasar ekspor regional. Penyerapan yang tinggi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga membantu menstabilkan harga telur di pasar lokal.

Ke depan, Bapanas berencana memperluas jaringan kerja sama dengan lebih banyak mitra logistik dan institusi pendidikan, serta mengintegrasikan teknologi digital untuk pelaporan produksi secara real‑time. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok telur nasional, mengurangi kehilangan pasca‑panen, dan mendukung ketahanan pangan Indonesia.