Antisipasi Geopolitik, Menteri Bahlil Usulkan Asumsi ICP 2027 di Kisaran USD 70–USD 95
Antisipasi Geopolitik, Menteri Bahlil Usulkan Asumsi ICP 2027 di Kisaran USD 70–USD 95

Antisipasi Geopolitik, Menteri Bahlil Usulkan Asumsi ICP 2027 di Kisaran USD 70–USD 95

LintasWarganet.com – 15 Juni 2026 | Dalam rangka mengantisipasi dinamika geopolitik yang terus berubah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Bahlil Lahadalia, mengemukakan skenario harga minyak mentah internasional (International Crude Price/ICP) untuk tahun 2027.

Target produksi yang diusulkan adalah antara 602.000 hingga 615.000 barel per hari (bph). Pencapaian level produksi ini dianggap realistis bila harga minyak berada pada rentang yang telah disebutkan, mengingat faktor-faktor berikut:

  • Kondisi geopolitik global, termasuk sanksi terhadap negara produsen utama dan ketegangan di wilayah Teluk Persia.
  • Keputusan OPEC+ dalam menyesuaikan kuota produksi.
  • Permintaan energi yang diproyeksikan meningkat sejalan dengan pemulihan ekonomi pasca‑pandemi.
  • Investasi teknologi pengeboran dan pengembangan lapangan baru di Indonesia.

Berikut rangkuman asumsi harga dan target produksi yang diajukan:

Kisaran Harga ICP (USD/barel) Target Produksi (bph)
USD 70 602.000
USD 95 615.000

Implementasi skenario ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat strategis, antara lain:

  1. Meningkatkan pendapatan devisa dari sektor migas.
  2. Menstabilkan harga bahan bakar dalam negeri.
  3. Memberikan kepastian bagi investor dalam proyek pengembangan lapangan baru.
  4. Mendukung program energi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi akan melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan pasar internasional serta melakukan penyesuaian kebijakan secara dinamis sesuai dengan realitas harga minyak dunia.