Antisipasi Dampak Kebijakan The Fed, Prabowo Perintahkan Penguatan Fundamental Ekonomi Nasional

LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan instruksi tegas untuk memperkuat fundamental ekonomi negara guna menghadapi potensi dampak kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Dalam pertemuan internal bersama menteri-menteri terkait, Presiden menekankan pentingnya kesiapan struktural agar Indonesia tidak terpengaruh negatif oleh pengetatan likuiditas global.

Pengetatan suku bunga The Fed diproyeksikan akan menurunkan aliran modal asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Dampak ini dapat menekan nilai tukar rupiah, menaikkan biaya pinjaman, serta memperlambat pertumbuhan investasi. Oleh karena itu, Prabowo menekankan empat pilar utama penguatan fundamental:

  • Stabilitas Fiskal: Menjaga defisit anggaran pada level yang terkendali, memperketat pengeluaran tidak produktif, dan meningkatkan efisiensi belanja publik.
  • Reformasi Struktural: Mempercepat deregulasi di sektor energi, infrastruktur, dan digital untuk menarik investasi jangka panjang.
  • Peningkatan Daya Saing: Memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan vokasi, serta mengoptimalkan teknologi dalam produksi barang dan jasa.
  • Kebijakan Moneter Koordinatif: Bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menyesuaikan kebijakan suku bunga secara responsif, sambil menjaga inflasi pada target 2‑4 persen.

Presiden juga menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor. Dengan menambah hubungan dagang ke negara‑negara Asia‑Pasifik dan Afrika, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada pasar Amerika Serikat yang rentan terhadap fluktuasi kebijakan moneter.

Dalam rangka mewujudkan agenda tersebut, pemerintah akan meningkatkan transparansi data ekonomi, memperkuat sistem pajak untuk memperluas basis penerimaan, serta mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur strategis yang dapat menstimulasi penyerapan tenaga kerja dan memperbaiki konektivitas antar wilayah.

Prabowo menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa penguatan fundamental bukan sekadar respons jangka pendek, melainkan upaya jangka panjang untuk memastikan ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika pasar global.