BGN Jajaki Ekspansi MBG ke Luar Negeri, Dimulai dari Jeddah, Arab Saudi
BGN Jajaki Ekspansi MBG ke Luar Negeri, Dimulai dari Jeddah, Arab Saudi

BGN Jajaki Ekspansi MBG ke Luar Negeri, Dimulai dari Jeddah, Arab Saudi

LintasWarganet.com – 02 Juni 2026 | Balai Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke luar negeri. Salah satu target pertama adalah sekolah Indonesia yang berada di kota Jeddah, Arab Saudi.

Program MBG, yang telah diterapkan di berbagai sekolah di Indonesia sejak 2019, bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak usia sekolah guna meningkatkan status gizi dan prestasi belajar. Hingga kini, lebih dari 2.500 sekolah di seluruh Indonesia telah menjadi mitra program, dengan laporan penurunan signifikan pada kasus gizi buruk di peserta.

Ekspansi ke Jeddah diharapkan menjadi batu loncatan bagi BGN untuk menguji efektivitas model MBG di lingkungan internasional, khususnya bagi komunitas diaspora Indonesia. Rencana pelaksanaan mencakup beberapa tahap:

  • Penilaian kebutuhan gizi siswa di sekolah Indonesia Jeddah.
  • Penyusunan menu harian yang disesuaikan dengan standar gizi internasional dan selera lokal.
  • Pelatihan staf dapur dan guru mengenai prinsip gizi seimbang.
  • Pembentukan mekanisme monitoring dan evaluasi berkala.

Direktur BGN, Dr. Siti Nurhaliza, menekankan pentingnya kolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh serta otoritas pendidikan Saudi untuk memastikan kelancaran implementasi. Ia menambahkan bahwa keberhasilan proyek percontohan ini dapat membuka peluang bagi program serupa di negara‑negara lain dengan populasi pelajar Indonesia yang signifikan.

Beberapa tantangan yang diidentifikasi antara lain perbedaan regulasi makanan di Arab Saudi, logistik pengadaan bahan baku, serta adaptasi budaya makan. Untuk mengatasinya, BGN berencana menggandeng pemasok lokal yang telah bersertifikasi halal dan bekerja sama dengan ahli gizi internasional.

Jika fase awal berjalan lancar, BGN menargetkan replikasi program ke sekolah Indonesia di Dubai, Kuala Lumpur, dan Tokyo dalam tiga tahun ke depan.