Prabowo Minta Rosan Paparkan Perkembangan Investasi di RI ke Publik
Prabowo Minta Rosan Paparkan Perkembangan Investasi di RI ke Publik

Prabowo Minta Rosan Paparkan Perkembangan Investasi di RI ke Publik

LintasWarganet.com – 15 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah pertemuan internal menugaskan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, untuk secara terbuka menyampaikan perkembangan terbaru terkait iklim investasi di Indonesia kepada masyarakat.

Instruksi tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo setelah meninjau sejumlah data yang menunjukkan peningkatan arus masuk investasi asing langsung (FDI) serta proyek-proyek strategis dalam negeri. Presiden menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam mengomunikasikan capaian serta tantangan yang dihadapi, dengan tujuan memperkuat kepercayaan investor domestik dan internasional.

Berikut beberapa poin utama yang diharapkan Rosan sampaikan dalam paparan publik:

  • Data kuantitatif investasi: Volume FDI, sektor-sektor unggulan yang mendapatkan alokasi modal, serta nilai investasi yang tercapai pada kuartal terakhir.
  • Progres proyek strategis: Status pelaksanaan proyek infrastruktur, energi terbarukan, dan industri pengolahan yang mendapat dukungan pemerintah.
  • Kebijakan terbaru: Rangkuman regulasi atau insentif fiskal yang telah diterbitkan untuk mempermudah proses perizinan dan meningkatkan daya saing investasi di Indonesia.
  • Tantangan dan solusi: Identifikasi hambatan yang masih ada, seperti birokrasi, tenaga kerja terampil, serta upaya mitigasi yang sedang dijalankan.
  • Visi jangka panjang: Rencana pemerintah dalam mengoptimalkan potensi investasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 2028.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa penyampaian informasi ini tidak hanya penting bagi kalangan bisnis, melainkan juga bagi publik luas agar dapat memahami dampak positif investasi terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, dan percepatan pembangunan nasional.

Rosan Roeslani menyatakan komitmennya untuk menyiapkan materi presentasi yang komprehensif dan akurat, serta berencana menggelar forum publik dalam beberapa minggu ke depan, baik secara daring maupun luring, untuk menjawab pertanyaan stakeholder.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi investasi yang stabil, terbuka, dan progresif, sekaligus menegaskan tekad pemerintah dalam mewujudkan agenda pembangunan yang inklusif.