Pertamina & INPEX Gandeng Bahlil: Proyek LNG Abadi Masela Siap Ganda Kapasitas, LPG Impor Turun!
Pertamina & INPEX Gandeng Bahlil: Proyek LNG Abadi Masela Siap Ganda Kapasitas, LPG Impor Turun!

Pertamina & INPEX Gandeng Bahlil: Proyek LNG Abadi Masela Siap Ganda Kapasitas, LPG Impor Turun!

LintasWarganet.com – 11 April 2026 | Jakarta, 11 April 2026 – Menteri Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menegaskan kembali komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat kemandirian energi melalui kerja sama strategis antara Pertamina dan INPEX Corp. Kedua perusahaan energi asal Jepang ini akan memperluas proyek pengembangan LNG Abadi di Blok Masela, Maluku Utara, sekaligus menyiapkan pasokan LPG (Liquefied Petroleum Gas) langsung ke pasar domestik.

Kerja Sama Strategis Pertamina‑INPEX

Kesepakatan terbaru antara Pertamina dan INPEX mencakup peningkatan kapasitas produksi LNG hingga 12 juta ton per tahun, dua kali lipat dari target awal. Penambahan fasilitas pemrosesan, jaringan pipa, serta infrastruktur pendukung diharapkan selesai pada akhir 2029. Bahlil menambahkan, “Kerja sama ini bukan sekadar investasi, melainkan langkah konkret untuk menurunkan ketergantungan Indonesia pada impor gas cair dan memperkuat ketahanan energi nasional.”

Rencana Pasokan LPG Langsung dari Jepang

Dalam sidang bersama para pelaku industri energi, Bahlil mengungkap rencana INPEX untuk menyalurkan LPG hasil produksi gas alam cair (LNG) ke Indonesia melalui jalur laut. Skema ini memungkinkan LPG diproduksi di fasilitas LNG Masela, kemudian diolah menjadi LPG dan didistribusikan ke wilayah-wilayah yang selama ini sangat bergantung pada impor. Menurut Bahlil, “Dengan adanya pasokan LPG berbasis LNG, harga domestik dapat lebih stabil, sekaligus mengurangi beban devisa negara.”

Manfaat Ekonomi dan Sosial

  • Peningkatan Investasi: Proyek ini diperkirakan menarik investasi asing langsung (FDI) sebesar US$ 7 miliar, memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi energi.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Lebih dari 5.000 pekerjaan langsung dan 12.000 pekerjaan tidak langsung akan tercipta selama fase konstruksi dan operasional.
  • Pengurangan Impor LPG: Diproyeksikan penurunan impor LPG hingga 30% dalam lima tahun pertama operasi penuh.
  • Pengembangan Teknologi Lokal: Kolaborasi riset bersama INPEX akan mentransfer teknologi LNG mutakhir ke perusahaan Indonesia.

Langkah-Langkah Implementasi

  1. Pembentukan konsorsium pengelolaan proyek yang melibatkan Pertamina, INPEX, dan BUMN terkait.
  2. Pengurusan izin lingkungan dan perizinan operasional melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  3. Pengembangan infrastruktur pendukung: pelabuhan, jalur pipa, serta fasilitas penyimpanan LPG.
  4. Pelaksanaan fase konstruksi awal pada kuartal ketiga 2026 dengan target selesai pada akhir 2029.

Respon Industri dan Masyarakat

Berbagai asosiasi industri energi menyambut baik langkah ini sebagai upaya konkret mengurangi defisit energi. Sementara itu, kelompok masyarakat di Maluku Utara menantikan manfaat langsung berupa peningkatan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi lokal. Bahlil menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam setiap tahap proyek.

Dengan landasan kebijakan energi nasional yang menekankan diversifikasi sumber energi, kerja sama Pertamina‑INPEX ini diharapkan menjadi model bagi investasi energi berkelanjutan di wilayah-wilayah lain Indonesia. Keberhasilan proyek LNG Abadi di Masela tidak hanya akan memperkuat pasokan energi domestik, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai nilai LNG global.

Secara keseluruhan, sinergi antara pemerintah, BUMN, dan investor asing seperti INPEX membuka peluang baru bagi Indonesia untuk mengoptimalkan sumber daya alamnya, menstabilkan harga energi, dan mempercepat transisi menuju ekonomi berbasis energi bersih.