Pemadaman Listrik Bergilir Bikin Resah, Dasco Pastikan Tidak Terulang Mulai Pekan Ini
Pemadaman Listrik Bergilir Bikin Resah, Dasco Pastikan Tidak Terulang Mulai Pekan Ini

Pemadaman Listrik Bergilir Bikin Resah, Dasco Pastikan Tidak Terulang Mulai Pekan Ini

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Pada akhir pekan lalu, sejumlah wilayah di Jakarta mengalami pemadaman listrik bergilir yang menimbulkan keresahan di kalangan warga, pelaku usaha, serta serikat pekerja. Kejadian ini memicu pertanyaan tentang kesiapan jaringan listrik kota dan dampaknya terhadap kepercayaan investor.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin, perwakilan PT Dasco menegaskan bahwa masalah pemadaman telah ditangani oleh PT PLN secara tuntas. Menurut mereka, langkah-langkah perbaikan sudah diterapkan dan tidak akan terjadi lagi mulai minggu ini.

Berikut poin‑poin utama yang disampaikan Dasco:

  • Identifikasi penyebab utama pemadaman meliputi beban berlebih pada gardu induk dan pemeliharaan jaringan yang tertunda.
  • PT PLN melakukan perbaikan instalasi dan penambahan kapasitas sementara pada titik‑titik kritis.
  • Tim monitoring khusus dibentuk untuk mengawasi stabilitas pasokan listrik selama 30 hari ke depan.
  • Komunikasi intensif dengan pemilik usaha dan serikat pekerja untuk memastikan tidak ada gangguan lebih lanjut.

Dasco menambahkan bahwa stabilitas pasokan listrik merupakan faktor kunci dalam menjaga kepercayaan investor serta kesejahteraan buruh. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan PLN dan otoritas terkait guna mengantisipasi potensi gangguan di masa mendatang.

Para analis menilai bahwa langkah-langkah tersebut dapat mengurangi risiko kerugian ekonomi, terutama bagi sektor perdagangan dan industri yang sangat tergantung pada listrik yang stabil. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya investasi jangka panjang dalam infrastruktur energi untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Dengan janji tidak ada lagi pemadaman bergilir mulai pekan ini, diharapkan Jakarta dapat kembali beroperasi normal, dan kepercayaan publik serta investor dapat pulih sepenuhnya.