Harbin, kota yang terletak di Provinsi Heilongjiang, Cina timur laut, menjadi salah satu destinasi favorit saat musim dingin. Meskipun suhu dapat mencapai minus 20 derajat Celsius, banyak wisatawan tetap merasakan kepuasan yang luar biasa saat mengunjungi tempat ini. Salah satu contohnya adalah Budi Santoso, seorang wisatawan asal Indonesia, yang tampak menikmati es krim batangan di Central Street, meskipun cuaca sangat dingin. Keseruan ini tampak jelas ketika teman-temannya berpose dengan gaya khas Indonesia di depannya, menciptakan suasana ceria di tengah cuaca bersalju.
Suasana gotong royong dan keceriaan ini adalah pemandangan umum yang dapat ditemukan di Harbin selama musim dingin. Harbin dikenal dengan sumber daya es dan saljunya yang melimpah, menarik pengunjung dari berbagai penjuru China setiap tahunnya. Namun, tahun ini, khususnya, ada lonjakan signifikan dalam jumlah kedatangan wisatawan dari negara-negara Asia Tenggara.
Pesona Arsitektur Es dan Salju
Maria Clara Santos, seorang pengunjung dari Filipina, menyatakan bahwa arsitektur es dan salju di Harbin terlihat sangat menakjubkan, seakan-akan berada dalam dunia dongeng. Dia dan teman-temannya baru saja mengunjungi Harbin Ice and Snow World, taman hiburan bertema es dan salju terbesar di dunia. Area yang lebih dari 1,2 juta meter persegi ini menggunakan lebih dari 400.000 meter kubik es dan salju, menjadikannya yang terbesar dalam sejarah acara tersebut. Kegiatan seperti ini membuat pengunjung terpesona dan tak ingin melewatkan suasana khas Harbin.
Peningkatan Kunjungan dari Asia Tenggara
Data menunjukkan bahwa pada bulan Desember 2025, terjadi lonjakan pemesanan produk pariwisata Harbin oleh wisatawan dari Asia Tenggara, meningkat sebesar 500 persen dari bulan sebelumnya dan 57 persen dari tahun lalu. Para pelancong tersebut sebagian besar berasal dari Filipina, Myanmar, Indonesia, dan Kamboja. Komitmen Harbin untuk memberikan pengalaman wisata yang tak terlupakan terbukti dengan banyaknya objek wisata yang kini menyediakan layanan dalam bahasa Inggris dan menawari minuman hangat gratis kepada pengunjung.
Kegiatan untuk Wisatawan Asia Tenggara
Srisuwan, wisatawan dari Thailand, berbagi kisahnya tentang perjalanan pertamanya melihat salju yang menjadi motivasinya untuk datang ke Harbin. Dia terkesan dengan variasi patung salju yang ada di Kawasan Wisata Pulau Matahari dan menjelaskan betapa hangatnya sambutan penduduk lokal, yang meninggalkan kesan mendalam di hati para pengunjung.
Manajemen pariwisata setempat, seperti Zhu Bao dari Heilongjiang Tianma International Travel Service Group Co., Ltd., mengaitkan lonjakan ini dengan peningkatan kualitas layanan pariwisata, keamanan transportasi yang lebih baik, dan kemudahan dalam sistem pembayaran untuk wisatawan asing. Pendekatan ini tentu meningkatkan daya tarik Harbin sebagai destinasi wisata internasional.
Kemudahan Akses Transportasi
Antusiasme wisatawan Asia Tenggara untuk mengunjungi Harbin juga didorong oleh kemudahan akses transportasi. Selama periode liburan ini, terdapat 19 penerbangan langsung dari Vietnam menuju Harbin, serta penambahan rute baru dari Bangkok dengan 17 penerbangan yang dibuka dari bulan Desember 2025 hingga akhir Januari 2026. Hal ini semakin memudahkan perjalanan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan salju di Harbin.
Kesimpulan
Bagi banyak pengunjung, terutama dari negara-negara Asia Tenggara, pengalaman liburan di Harbin menjadi petualangan yang tidak terlupakan. Dari pesona arsitektur es hingga keramahan penduduk setempat, Harbin tetap berupaya untuk menyajikan yang terbaik bagi setiap wisatawan yang datang. Dengan program-program yang mendukung kemudahan perjalanan dan pengalaman yang menyenangkan, Harbin semakin mengukuhkan posisinya sebagai tujuan wisata unggulan di musim dingin.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet