Pasar Pakaian Bekas di Pantai Gading: Potret Hiruk-pikuk Adjame
Pasar Pakaian Bekas di Pantai Gading: Potret Hiruk-pikuk Adjame

Pasar Pakaian Bekas di Pantai Gading: Potret Hiruk-pikuk Adjame

LintasWarganet.com – 03 April 2026 | Pasar Adjame yang terletak di ibu kota Abidjan, Pantai Gading, telah menjadi magnet bagi ribuan pembeli dan penjual pakaian bekas setiap harinya. Suasana pasar dipenuhi aroma kain, tawa penjual, serta suara tawar-menawar yang khas, menciptakan dinamika ekonomi informal yang signifikan.

Sejak awal 2000-an, pasar ini berkembang pesat berkat arus masuk pakaian second‑hand dari Eropa, Amerika, dan Asia. Barang‑barang tersebut diproses oleh pedagang lokal, kemudian dijual kembali dengan harga terjangkau kepada masyarakat luas, mulai dari anak‑anak sekolah hingga pekerja kantoran.

Berikut ini beberapa karakteristik utama pasar Adjame:

  • Komposisi penjual: Mayoritas merupakan pedagang informal, sebagian besar perempuan, yang mengelola kios kecil atau gerobak.
  • Demografi pembeli: Anak muda, mahasiswa, dan keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.
  • Jenis produk: Kaos, jaket, celana, rok, serta aksesoris seperti tas dan sepatu.
  • Harga rata‑rata: Mulai dari 500 hingga 5.000 franc CFA per potong, tergantung kondisi dan merek.

Selain menjadi sumber penghidupan, pasar ini berperan penting dalam mengurangi limbah tekstil. Pakaian yang masih layak pakai dapat beredar kembali, mengurangi beban sampah di kota. Namun, tantangan tetap ada, antara lain masalah sanitasi, persaingan dengan barang baru, serta regulasi pemerintah yang belum sepenuhnya mengakomodasi perdagangan informal.

Pemerintah Pantai Gading telah melakukan beberapa inisiatif, seperti pelatihan kebersihan bagi pedagang dan upaya formalisasi melalui pemberian izin usaha. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan standar kualitas serta membuka peluang ekspor kembali pakaian yang masih layak ke negara lain.

Ke depan, pasar Adjame diproyeksikan tetap menjadi pusat perdagangan pakaian bekas yang dinamis, dengan potensi pertumbuhan berkelanjutan asalkan dukungan kebijakan dan investasi pada infrastruktur pasar terus ditingkatkan.