OJK Merestui BPR Ophir Gabung ke BPR Swadaya Anak Nagari di Sumbar
OJK Merestui BPR Ophir Gabung ke BPR Swadaya Anak Nagari di Sumbar

OJK Merestui BPR Ophir Gabung ke BPR Swadaya Anak Nagari di Sumbar

LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan resmi untuk penggabungan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Ophir dengan PT BPR Swadaya Anak Nagari, sebuah lembaga keuangan yang berbasis di Sumatra Barat. Keputusan ini diumumkan pada awal minggu ini dan menandai langkah penting dalam upaya konsolidasi perbankan daerah.

Penggabungan ini diharapkan dapat memperkuat struktur modal kedua bank, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas jaringan layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah Sumbar, khususnya di daerah pedesaan yang selama ini kurang terlayani.

  • Peningkatan Modal: Dengan menggabungkan aset dan modal, BPR Swadaya Anak Nagari akan memiliki kapasitas lebih besar untuk memberikan pinjaman kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
  • Ekspansi Jaringan: Cabang-cabang BPR Ophir yang tersebar di beberapa kecamatan akan menjadi bagian dari jaringan BPR Swadaya Anak Nagari, memudahkan nasabah mengakses layanan perbankan.
  • Sinergi Produk: Kedua bank akan menyatukan produk-produk unggulan, termasuk tabungan berjangka, kredit pertanian, dan layanan digital, sehingga menawarkan pilihan lebih variatif bagi nasabah.

Pejabat OJK yang menangani kasus ini menyatakan bahwa proses due‑diligence telah selesai dengan hasil positif, sehingga tidak ada hambatan regulasi yang signifikan. Ia menambahkan bahwa tujuan utama merger ini adalah untuk menciptakan institusi keuangan yang lebih stabil dan responsif terhadap kebutuhan ekonomi lokal.

Pihak manajemen BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari juga mengungkapkan optimismenya. Direktur BPR Ophir menekankan bahwa integrasi sistem akan dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan gangguan layanan, sementara pimpinan BPR Swadaya Anak Nagari menyoroti komitmen bersama dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil dan meningkatkan inklusi keuangan.

Penggabungan diperkirakan akan selesai dalam tiga bulan ke depan, dengan target operasional penuh pada kuartal ketiga tahun ini. Setelah proses selesai, nasabah akan tetap dapat mengakses semua layanan melalui kanal yang sudah ada, termasuk layanan mobile banking yang terus dikembangkan.