Lokakarya Konservasi dan Ekonomi Tingkatkan Kemandirian Perempuan TNS Maluku
Lokakarya Konservasi dan Ekonomi Tingkatkan Kemandirian Perempuan TNS Maluku

Lokakarya Konservasi dan Ekonomi Tingkatkan Kemandirian Perempuan TNS Maluku

LintasWarganet.com – 11 April 2026 | Di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Maluku Tengah, sebanyak enam puluh perempuan mengikuti lokakarya yang menggabungkan aspek konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat bekerja sama dengan LSM lokal serta lembaga keuangan mikro.

Tujuan utama lokakarya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan serta menciptakan peluang usaha yang ramah lingkungan. Selama sesi, peserta diberikan materi tentang pengelolaan hutan mangrove, budidaya ikan berbasis ekosistem, serta strategi pemasaran produk berbasis alam.

  • Konservasi mangrove: cara menanam, merawat, dan melindungi hutan bakau yang berfungsi sebagai penahan abrasi dan habitat ikan.
  • Budidaya ikan karang: teknik ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas perikanan tanpa merusak terumbu.
  • Produk kerajinan berbahan baku alami: pembuatan anyaman, tas, dan aksesoris dari serat kelapa serta bambu.
  • Literasi keuangan: pengelolaan modal usaha, akses kredit mikro, dan pencatatan keuangan sederhana.
  • Pemasaran digital: penggunaan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal.

Para peserta menyatakan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. Salah satu peserta, Maria Rita, menyebut, \”Saya kini mengerti cara menanam bakau yang dapat melindungi desa kami sekaligus menghasilkan bahan baku untuk kerajinan.\”

Selain pelatihan teoritis, lokakarya juga menyertakan praktik lapangan di area mangrove terdekat, di mana para perempuan secara langsung menanam bibit bakau dan belajar teknik pemeliharaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan efek domino, dimana pengetahuan yang diperoleh akan disebarkan kembali ke komunitas masing‑masing.

Dengan dukungan dana dari program pemberdayaan perempuan daerah, diharapkan 30 usaha mikro baru akan terbentuk dalam enam bulan ke depan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga dan mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam.