Ekonom Yakin Investasi Pertanian-Manufaktur Dorong Serapan Tenaga Kerja
Ekonom Yakin Investasi Pertanian-Manufaktur Dorong Serapan Tenaga Kerja

Ekonom Yakin Investasi Pertanian-Manufaktur Dorong Serapan Tenaga Kerja

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menegaskan bahwa peningkatan investasi di sektor pertanian dan manufaktur dapat menjadi pendorong utama peningkatan penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Menurutnya, sinergi antara kedua sektor ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang kerja yang signifikan bagi tenaga kerja domestik.

Bhima menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir, pertumbuhan investasi di sektor manufaktur menunjukkan tren positif, namun belum sepenuhnya memanfaatkan potensi tenaga kerja yang ada. Dengan mengintegrasikan proses produksi pertanian ke dalam rantai nilai manufaktur, misalnya melalui pengolahan hasil pertanian menjadi produk industri, akan tercipta lapangan kerja tambahan pada tingkat nilai tambah yang lebih tinggi.

Beberapa faktor kunci yang mendukung pandangan tersebut meliputi:

  • Keberlanjutan pasokan bahan baku: Sektor pertanian menyediakan bahan mentah yang stabil untuk industri manufaktur, mengurangi ketergantungan pada impor.
  • Pengembangan kawasan industri berbasis agrikultur: Pendirian pabrik pengolahan hasil pertanian di daerah produksi dapat mengurangi biaya logistik dan menciptakan pekerjaan lokal.
  • Peningkatan keterampilan tenaga kerja: Investasi bersama membuka peluang pelatihan teknis bagi pekerja, meningkatkan kompetensi mereka.

Untuk memberikan gambaran lebih konkret, tabel berikut merangkum proyeksi penyerapan tenaga kerja berdasarkan jenis investasi selama lima tahun ke depan:

Sektor Investasi (Miliar Rupiah) Lapangan Kerja Baru (Juta)
Pertanian (tanam, irigasi, logistik) 150 0,9
Manufaktur Pengolahan Hasil Pertanian 200 1,4
Manufaktur Non-Agrikultur 250 1,1

Data tersebut menunjukkan bahwa kombinasi investasi pertanian dan manufaktur pengolahan dapat menciptakan hingga 2,3 juta lapangan kerja baru, jauh melampaui target penyerapan tenaga kerja nasional yang ditetapkan pemerintah.

Bhima menutup dengan menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung kemudahan investasi, termasuk penyederhanaan perizinan dan insentif fiskal bagi perusahaan yang berinvestasi dalam rantai nilai pertanian-manufaktur. Ia berharap sinergi ini akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi inklusif serta mengurangi tingkat pengangguran, khususnya di wilayah pedesaan.