Bukan Dibuang, Sampah di Pinrang Malah Jadi Sumber Penghasilan Warga
Bukan Dibuang, Sampah di Pinrang Malah Jadi Sumber Penghasilan Warga

Bukan Dibuang, Sampah di Pinrang Malah Jadi Sumber Penghasilan Warga

LintasWarganet.com – 12 April 2026 | Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, sampah tidak lagi dianggap hanya sebagai limbah yang harus dibuang. Warga setempat memanfaatkan sampah rumah tangga sebagai peluang usaha melalui program bank sampah yang dikelola secara kolektif.

Program ini dimulai pada 2022 setelah pemerintah kecamatan bekerja sama dengan LSM lingkungan. Setiap rumah diberikan tempat sampah terpisah untuk organik, non‑organik, dan bahan yang dapat didaur ulang seperti plastik, kaca, serta logam. Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan setiap tiga hari oleh petugas lapangan.

Setelah terkumpul, material non‑organik dibawa ke fasilitas daur ulang regional, sementara sampah organik diproses menjadi kompos dan pakan ternak. Pendapatan yang dihasilkan dari penjualan bahan daur ulang serta kompos dibagikan secara proporsional kepada anggota bank sampah berdasarkan volume sampah yang diserahkan.

  • Plastik PET dan HDPE dijual ke pabrik daur ulang dengan harga rata‑rata Rp1.200 per kilogram.
  • Kaca dan logam dibeli oleh pengrajin lokal untuk pembuatan barang kerajinan, menghasilkan Rp2.500 per kilogram.
  • Kompos organik dipasarkan ke petani setempat seharga Rp800 per sak 25 kg.

Pendapatan tambahan ini memberikan dampak ekonomi signifikan bagi keluarga berpenghasilan rendah. Menurut data kepanitiaan, rata‑rata pendapatan per rumah tangga meningkat sekitar 15 % sejak program berjalan, sekaligus menurunkan volume sampah yang masuk ke TPA setempat sebesar 30 %.

Keberhasilan program ini mendorong pemerintah kabupaten untuk memperluas jaringan bank sampah ke tiga kecamatan lainnya. Selain meningkatkan kesejahteraan warga, inisiatif ini juga memperkuat kesadaran lingkungan dan mengurangi pencemaran di wilayah tersebut.