BP3OKP Pegunungan Dorong Keberpihakan Ekonomi Perempuan Lapago
BP3OKP Pegunungan Dorong Keberpihakan Ekonomi Perempuan Lapago

BP3OKP Pegunungan Dorong Keberpihakan Ekonomi Perempuan Lapago

LintasWarganet.com – 28 April 2026 | Badang Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Pegunungan meluncurkan serangkaian program yang bertujuan meningkatkan partisipasi ekonomi perempuan Lapago. Inisiatif ini diharapkan dapat memperbaiki taraf hidup keluarga di wilayah Wamena dan sekitarnya melalui pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal.

BP3OKP Pegunungan merupakan lembaga koordinasi yang dibentuk untuk mempercepat pembangunan di daerah otonomi khusus Papua. Fokus terbaru lembaga ini adalah mengatasi kesenjangan gender dalam sektor ekonomi, terutama di kawasan pegunungan yang masih terpencil.

Perempuan Lapago selama ini menghadapi hambatan akses ke pasar, kurangnya pelatihan usaha, serta keterbatasan modal. Banyak dari mereka masih mengandalkan pertanian subsisten dan kerajinan tradisional tanpa dukungan jaringan distribusi yang memadai.

Program yang digulirkan meliputi:

  • Penyediaan pelatihan kewirausahaan yang menekankan pada produk unggulan lokal, seperti tenun ikat dan olahan pertanian.
  • Pemberian modal mikro melalui skema pembiayaan lunak yang dapat diakses tanpa jaminan tanah.
  • Fasilitasi pemasaran melalui pameran regional dan kerja sama dengan koperasi desa.
  • Pembentukan jaringan mentoring antara pengusaha perempuan berpengalaman dengan calon wirausahawan.

Target jangka pendek mencakup pelatihan 500 perempuan dalam 12 bulan pertama, dengan harapan 60% peserta dapat membuka usaha baru. Dalam jangka menengah, program ini menargetkan peningkatan pendapatan rata‑rata keluarga perempuan Lapago sebesar 35% pada tahun 2025.

Berikut adalah target utama yang direncanakan:

Tahun Jumlah Peserta Pelatihan Usaha Baru yang Didirikan Peningkatan Pendapatan (%)
2024 500 300 20
2025 800 500 35
2026 1,200 800 45

Ketua BP3OKP Pegunungan, Dr. Yanuar K., menegaskan, “Pemberdayaan perempuan bukan sekadar meningkatkan angka partisipasi, melainkan menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Lapago.”

Dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga donor, serta partisipasi aktif komunitas, diharapkan inisiatif ini dapat menjadi model bagi program pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah otonomi khusus lainnya.