Aramco Peringatkan Dunia Dekati Krisis Bahan Bakar yang Parah

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Raksasa energi asal Arab Saudi, Saudi Aramco, mengeluarkan peringatan serius bahwa persediaan bensin dan bahan bakar jet secara global dapat menurun drastis pada musim panas mendatang bila Selat Hormuz tetap tertutup. Peringatan tersebut pertama kali muncul dalam laporan Financial Times.

Selat Hormuz merupakan jalur laut utama yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra India, melalui mana sekitar 20% pasokan minyak dunia mengalir setiap harinya. Penutupan atau pembatasan akses di wilayah tersebut dapat memicu gangguan rantai pasokan, terutama pada produk akhir seperti bensin, diesel, dan avtur (bahan bakar jet). Menurut analis Aramco, penurunan produksi minyak mentah sebesar 10% saja sudah cukup menurunkan stok bahan bakar global hingga tingkat kritis.

Berikut beberapa dampak yang diproyeksikan apabila situasi berlanjut:

  • Harga bensin dan diesel dapat melonjak tajam, mengancam daya beli konsumen di banyak negara.
  • Maskapai penerbangan akan menghadapi kekurangan avtur, berpotensi menunda atau membatalkan penerbangan internasional.
  • Negara‑negara yang sangat tergantung pada impor minyak akan mengalami tekanan pada neraca perdagangan mereka.
  • Industri logistik dan transportasi darat akan terpaksa menyesuaikan jadwal dan rute demi menghemat bahan bakar.

Aramco menekankan bahwa penutupan Selat Hormuz bukanlah skenario yang diinginkan, melainkan konsekuensi dari ketegangan geopolitik yang terus meningkat di kawasan Teluk. Untuk mencegah krisis bahan bakar, perusahaan tersebut menyerukan dialog diplomatik yang intensif serta penetapan jalur alternatif pengiriman minyak, seperti penggunaan jalur darat melalui Iran atau peningkatan kapasitas pelabuhan di Laut Merah.

Selain itu, Aramco menyarankan pemerintah dan pelaku industri untuk meningkatkan cadangan strategis bahan bakar, mempercepat program diversifikasi energi, serta memperkuat koordinasi antara badan regulasi energi internasional. Upaya tersebut diharapkan dapat meredam lonjakan harga dan mengurangi potensi gangguan pasokan pada musim panas yang akan datang.