Surabaya Dorong Ekspor IKM Lewat Coaching Clinic Export Program
Surabaya Dorong Ekspor IKM Lewat Coaching Clinic Export Program

Surabaya Dorong Ekspor IKM Lewat Coaching Clinic Export Program

LintasWarganet.com – 31 Maret 2026 | Pemerintah Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) di tingkat internasional melalui penyelenggaraan Coaching Clinic Export Program pada 30‑31 Maret 2026 di Balai Pemuda Surabaya. Acara ini menargetkan lebih dari 150 pelaku usaha IKM dari berbagai sektor, termasuk tekstil, makanan olahan, kerajinan, dan teknologi ringan.

Program ini dirancang sebagai rangkaian pelatihan intensif yang mencakup tiga fokus utama: persiapan dokumen ekspor, strategi pemasaran global, dan pemenuhan standar internasional. Setiap sesi dipandu oleh pakar ekspor, perwakilan lembaga perdagangan, serta perwakilan dari perusahaan multinasional yang telah berhasil menembus pasar luar negeri.

  • Hari Pertama: Pemahaman regulasi ekspor, prosedur bea cukai, dan penyiapan dokumen penting seperti invoice, packing list, dan sertifikat asal.
  • Hari Kedua: Penyusunan rencana pemasaran digital, identifikasi pasar potensial, serta simulasi negosiasi dengan importir asing.
  • Workshop Praktis: Penyusunan label halal, sertifikasi ISO, dan pelatihan penggunaan platform e‑commerce internasional.

Selain pelatihan, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan one‑on‑one coaching dengan mentor, sehingga dapat memperoleh masukan yang spesifik untuk produk mereka. Pemerintah kota menyiapkan dana bantuan subsidi pemasaran senilai Rp 10 miliar yang dapat diakses oleh IKM yang berhasil lolos seleksi pasca‑program.

Wakil Walikota Surabaya, Ahmad Ridwan, menyatakan, “Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan budaya ekspor yang berkelanjutan. IKM merupakan tulang punggung ekonomi kota, dan dengan dukungan teknis serta finansial, kami yakin mereka dapat bersaing di pasar global.”

Target jangka pendek program adalah meningkatkan nilai ekspor IKM Surabaya sebesar 25% pada tahun fiskal 2027, sementara target jangka panjang mencakup diversifikasi pasar menuju wilayah Asia‑Pasifik, Eropa, dan Amerika Latin.

Para peserta yang menunjukkan kinerja unggul akan diundang untuk mengikuti pameran dagang internasional yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada kuartal berikutnya, memberikan mereka platform langsung untuk berinteraksi dengan pembeli potensial.