Ketegangan di Selat Hormuz Mereda, Harga Minyak Brent & WTI Terkoreksi Tipis
Ketegangan di Selat Hormuz Mereda, Harga Minyak Brent & WTI Terkoreksi Tipis

Ketegangan di Selat Hormuz Mereda, Harga Minyak Brent & WTI Terkoreksi Tipis

LintasWarganet.com – 26 Juni 2026 | Setelah berbulan‑bulan mengalami ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran utama minyak dunia kembali dibuka secara normal. Pembukaan kembali selat tersebut menurunkan kekhawatiran gangguan pasokan, yang langsung tercermin pada pasar berjangka minyak mentah.

Kontrak berjangka Brent Inggris dan West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat mengalami koreksi tipis. Brent turun sekitar 0,3% menjadi US$85,20 per barel, sementara WTI meluncur 0,4% ke level US$80,10 per barel pada penutupan sesi perdagangan Asia.

Faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga

  • Pembukaan Selat Hormuz: Jalur ini mengalirkan sekitar 20% produksi minyak dunia. Penghapusan risiko penangkapan atau penutupan kembali menurunkan premi risiko.
  • Data permintaan global: Laporan terbaru menunjukkan permintaan minyak global tetap stabil meski pertumbuhan ekonomi melambat.
  • Sentimen pasar: Investor energi mengalihkan perhatian ke data inventaris minyak AS yang diproyeksikan akan turun moderat.

Dampak pada pasar regional

Di kawasan Timur Tengah, harga minyak yang lebih stabil membantu menurunkan tekanan inflasi pada negara‑negara importir. Sementara itu, negara‑negara eksportir seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab masih mencatat surplus perdagangan meski harga berada di level yang lebih rendah.

Proyeksi ke depan

Analisis mengindikasikan bahwa selama Selat Hormuz tetap terbuka, volatilitas harga minyak akan berada pada level rendah hingga menengah. Namun, potensi eskalasi geopolitik atau gangguan teknis di infrastruktur produksi dapat memicu kembali kenaikan harga secara tiba‑tiba.

Investor disarankan memantau indikator kunci berikut:

Indikator Relevansi
Inventaris minyak strategis AS (EIA) Mengukur keseimbangan pasokan‑permintaan
Keputusan OPEC+ mengenai produksi Menentukan kebijakan penyesuaian output
Keamanan jalur pelayaran utama Menilai risiko geopolitik

Dengan ketegangan di Selat Hormuz yang mereda, pasar minyak tampak berada pada fase koreksi teknis, namun tetap waspada terhadap dinamika geopolitik yang dapat mengubah arah tren.