Terbaru! Tenor KPR 40 Tahun Resmi Berlaku, Cara dan Manfaatnya
Terbaru! Tenor KPR 40 Tahun Resmi Berlaku, Cara dan Manfaatnya

Terbaru! Tenor KPR 40 Tahun Resmi Berlaku, Cara dan Manfaatnya

LintasWarganet.com – 24 Juni 2026 | Pemerintah resmi mengeluarkan kebijakan baru yang memperpanjang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga 40 tahun. Kebijakan ini ditujukan untuk meringankan beban cicilan rumah bagi masyarakat, terutama pada segmen rumah tapak dan rumah susun (rusun) bersubsidi.

Berikut poin penting yang perlu diketahui:

  • Tenor maksimum kini menjadi 40 tahun, naik signifikan dari tenor standar 15‑25 tahun.
  • Bunga subsidi untuk rumah tapak ditetapkan sebesar 5 % per tahun.
  • Bunga subsidi untuk rumah susun ditetapkan sebesar 6 % per tahun.
  • Kebijakan ini berlaku bagi pemohon KPR yang memenuhi syarat pendapatan dan status kepemilikan tanah.

Manfaat utama bagi peminjam antara lain:

  • Angsuran lebih ringan karena periode pembayaran lebih panjang.
  • Kesempatan memiliki rumah bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah yang sebelumnya terhambat oleh cicilan tinggi.
  • Stabilitas finansial jangka panjang, mengurangi risiko gagal bayar.

Untuk mengajukan KPR dengan tenor 40 tahun, langkah-langkah umum yang harus ditempuh meliputi:

  1. Mengumpulkan dokumen identitas, slip gaji, dan bukti kepemilikan tanah atau kontrak pembelian rumah.
  2. Mengunjungi kantor bank atau lembaga keuangan yang bekerja sama dengan program subsidi pemerintah.
  3. Mengisi formulir aplikasi KPR dan menyertakan dokumen pendukung.
  4. Menunggu proses verifikasi kredit dan persetujuan tenor serta suku bunga.
  5. Menandatangani perjanjian kredit dan melunasi uang muka sesuai ketentuan.

Berikut contoh perbandingan bunga subsidi yang diberikan:

Tipe Properti Bunga Subsidi (per tahun)
Rumah Tapak 5 %
Rumah Susun (Rusun) 6 %

Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor perumahan serta meningkatkan tingkat kepemilikan rumah di Indonesia. Namun, calon peminjam tetap disarankan untuk melakukan perhitungan keuangan secara cermat dan mempertimbangkan kemampuan membayar cicilan selama empat dekade ke depan.