IHSG Anjlok ke Bawah 6.000, Investor Asing Berbondong-bondong Cabut dari Bursa
IHSG Anjlok ke Bawah 6.000, Investor Asing Berbondong-bondong Cabut dari Bursa

IHSG Anjlok ke Bawah 6.000, Investor Asing Berbondong-bondong Cabut dari Bursa

LintasWarganet.com – 24 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus zona penting di bawah 6.000 poin pada sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia, mencatat penurunan tajam dalam hitungan menit. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual masif yang dilakukan oleh investor asing, yang secara bersamaan menarik dana dalam jumlah signifikan.

Data aliran modal menunjukkan penarikan bersih sekitar USD 1,8 miliar pada hari tersebut, menambah tekanan pada likuiditas pasar. Berikut rangkuman arus modal asing dalam dua hari terakhir:

Tanggal Arus Modal Asing (USD Miliar)
24 Jun 2026 -1,8
23 Jun 2026 -2,3

Beberapa faktor utama yang mendorong penurunan IHSG antara lain:

  • Pengumuman terbaru dari MSCI Emerging Markets Index yang menurunkan bobot Indonesia dalam indeks global, memaksa dana indeks untuk menyesuaikan portofolio.
  • Kekhawatiran mengenai kebijakan moneter ketat di negara maju yang dapat memperkuat dolar AS dan menurunkan aliran masuk ke pasar emerging.
  • Sentimen negatif terkait inflasi global yang masih tinggi serta prospek pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Akibatnya, sektor-sektor sensitif terhadap aliran modal asing, seperti perbankan, properti, dan infrastruktur, mengalami penurunan nilai yang lebih tajam dibandingkan sektor lain. Volume perdagangan harian menurun sekitar 30 persen dibandingkan rata-rata mingguan.

Pihak regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), menyatakan komitmen untuk menjaga stabilitas pasar. Mereka menegaskan kesiapan untuk melakukan intervensi likuiditas bila diperlukan serta meningkatkan koordinasi dengan otoritas internasional guna meminimalkan volatilitas berlebih.

Para analis pasar memperkirakan bahwa volatilitas akan tetap tinggi dalam beberapa minggu ke depan. Beberapa memperkirakan adanya rebound jangka pendek bila investor asing melihat peluang beli di level undervalued, sementara yang lain mengingatkan bahwa tekanan makroekonomi global dapat memperpanjang fase penurunan.

Secara keseluruhan, penurunan IHSG di bawah 6.000 poin menandai fase koreksi yang dipicu oleh dinamika arus modal asing dan perubahan bobot indeks MSCI. Investor domestik diimbau untuk tetap berhati-hati, memantau perkembangan kebijakan moneter global, serta memperhatikan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.