Investor Asing Jual Besar Saham DSSA, IHSG Merosot di Tengah Tekanan Global
Investor Asing Jual Besar Saham DSSA, IHSG Merosot di Tengah Tekanan Global

Investor Asing Jual Besar Saham DSSA, IHSG Merosot di Tengah Tekanan Global

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, dalam zona merah dengan penurunan 0,25 persen menjadi 6.101,33. Penurunan tersebut dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang menambah tekanan pada pasar domestik, sementara sentimen global masih dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga Federal Reserve dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Data dari Phillip Sekuritas Indonesia menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp348,13 miliar pada sesi pertama, dan mencapai total net sell Rp393,28 miliar pada sesi I secara keseluruhan. Aksi jual ini dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve serta perkembangan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang menimbulkan ketidakpastian bagi aliran modal ke pasar emerging.

Salah satu emiten yang paling terdampak adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Saham DSSA tercatat mengalami penjualan bersih sebesar Rp95,45 miliar pada sesi pertama, dan pada penutupan hari tercatat nilai transaksi sebesar Rp1,84 triliun dengan volume perdagangan mencapai 22,12 juta lembar. Harga penutupan DSSA berada di kisaran Rp830 per saham, menjadikannya saham paling aktif meskipun berada dalam tekanan jual.

Berikut rangkuman saham yang paling banyak dijual dan dibeli oleh investor asing pada hari itu:

  • Saham dengan penjualan bersih tertinggi: BMRI (Bank Mandiri) – Rp386,58 miliar, DSSA – Rp95,45 miliar, BUKA (Bukalapak.com) – Rp72,86 miliar, BBCA (Bank Central Asia) – Rp58,99 miliar, ASII (Astra International) – Rp55,29 miliar.
  • Saham dengan pembelian bersih tertinggi: BBRI (Bank Rakyat Indonesia) – Rp147,58 miliar, BREN (Barito Renewables Energy) – Rp126,52 miliar, TPIA (Chandra Asri Pacific) – Rp101,72 miliar, PTRO (Petrosea) – Rp58,61 miliar, RAJA (Rukun Raharja) – Rp37,35 miliar.

Secara keseluruhan, nilai transaksi saham pada hari itu mencapai Rp32,44 triliun dengan volume perdagangan 40,86 miliar lembar. Sektor keuangan menjadi penekan terbesar IHSG, melemah hampir 5 persen, diikuti oleh sektor energi (‑3,63 persen) dan teknologi (‑1,96 persen). Meskipun demikian, saham-saham perbankan besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI tetap menjadi fokus utama investor institusional, baik lokal maupun asing.

Ke depan, pasar diproyeksikan akan tetap sensitif terhadap kebijakan moneter Federal Reserve dan perkembangan geopolitik. Jika tekanan suku bunga tetap tinggi, aliran dana asing dapat terus mengalir keluar, memperparah penurunan indeks. Namun, aktivitas tinggi pada saham-saham likuid seperti DSSA menunjukkan bahwa investor domestik masih mencari peluang akumulasi di tengah volatilitas. Dengan likuiditas yang tetap terjaga, pasar dapat menyerap fluktuasi jangka pendek, meski sentimen tetap berhati-hati.