Mengungkap Potensi Logam Mulia: Dari Daur Ulang Sampah Elektronik hingga Fluktuasi Harga Emas Antam
Mengungkap Potensi Logam Mulia: Dari Daur Ulang Sampah Elektronik hingga Fluktuasi Harga Emas Antam

Mengungkap Potensi Logam Mulia: Dari Daur Ulang Sampah Elektronik hingga Fluktuasi Harga Emas Antam

LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Logam mulia seperti emas, perak, dan paladium kini menjadi sorotan ganda: di satu sisi, permintaan industri dan investor terus mendorong harga, di sisi lain, inovasi daur ulang sampah elektronik menjanjikan sumber baru yang dapat mengurangi ketergantungan pada tambang konvensional.

Potensi Logam Mulia dalam Sampah Elektronik

Perangkat elektronik yang dibuang—mulai dari earbud kecil hingga kulkas besar—menyimpan beragam bahan berbahaya seperti merkuri, timbal, kadmium, serta logam berharga. Menurut John Shegerian, pendiri Electronic Recyclers International, proses pemulihan memerlukan teknologi canggih karena setiap komponen memiliki nilai ekonomis yang berbeda. Ekstraksi logam mulia dari papan sirkuit cetak (PCB) melibatkan suhu tinggi dan bahan kimia khusus, mirip dengan teknik penambangan tradisional.

Beberapa logam yang secara rutin berhasil dipulihkan meliputi:

  • Emas
  • Perak
  • Paladium
  • Tembaga
  • Aluminium

Profesor Rick Neitzel dari Universitas Michigan menekankan bahwa selain mengurangi limbah berbahaya, daur ulang elektronik dapat menekan aktivitas tambang baru, mengingat logam tanah jarang dan logam mulia sulit diperoleh secara alamiah. Namun, prosesnya tetap mahal dan sensitif terhadap harga komoditas. Seperti yang diungkapkan oleh Cristóbal González Durán, CEO ACS Recycling di Spanyol, ekstraksi logam baterai hanya dilakukan bila harga pasar menutupi biaya produksi.

Fluktuasi Harga Emas Antam dan Pegadaian

Pada 11 Juni 2026, pasar logam mulia Indonesia menunjukkan dinamika yang signifikan. Harga emas Antam tercatat turun menjadi Rp2.689.000 per gram, menurun Rp24.000 dari hari sebelumnya, sementara harga beli kembali (buyback) anjlok Rp92.000 menjadi Rp2.395.000 per gram. Penurunan ini merupakan hari ketiga berturut‑turut.

Di sisi lain, Pegadaian melaporkan penurunan harga emas buatan UBS, Antam, dan Galeri24 dalam rentang Rp21.000 hingga Rp54.000 per gram. Berikut rangkuman harga pada hari yang sama:

Produk Harga Jual (per gram) Buyback (per gram)
Emas UBS Rp2.703.000
Emas Antam (Pegadaian) Rp2.822.000
Emas Galeri24 Rp2.690.000 Rp2.516.000

Meskipun ada penurunan, sebagian analis mencatat bahwa harga emas Antam di situs Logam Mulia tetap stabil di Rp2.713.000 per gram, menunjukkan adanya perbedaan harga antara platform penjualan dan jaringan ritel tradisional. Kebijakan perpajakan terbaru (PMK No 48/2023) juga memengaruhi margin penjual, dengan PPh 22 hanya 0,25 % dari harga jual.

Implikasi bagi Konsumen dan Industri

Bagi konsumen, penurunan harga emas dapat menjadi peluang untuk berinvestasi atau membeli perhiasan dengan biaya lebih rendah. Namun, penting untuk memastikan keaslian dan kemurnian produk, terutama karena Antam menegaskan jaminan kualitas melalui proses sertifikasi internal.

Untuk industri, kombinasi antara penurunan harga pasar dan peningkatan biaya daur ulang menciptakan tantangan strategis. Perusahaan daur ulang harus menyeimbangkan antara efisiensi energi, penggunaan bahan kimia ramah lingkungan, dan profitabilitas. Sementara itu, produsen elektronik diharapkan memperkuat desain untuk kemudahan daur ulang (design for recycling) guna menurunkan beban proses ekstraksi di masa depan.

Secara keseluruhan, dinamika logam mulia di Indonesia mencerminkan interaksi antara faktor eksternal—seperti harga komoditas global dan kebijakan pajak—dengan inovasi internal di bidang pengelolaan limbah. Pengembangan teknologi daur ulang yang lebih hemat biaya dapat menjadi kunci untuk menjamin pasokan logam mulia yang berkelanjutan sekaligus mengurangi dampak lingkungan.