Rupiah menguat dipengaruhi kenaikan harga BBM non subsidi
Rupiah menguat dipengaruhi kenaikan harga BBM non subsidi

Rupiah menguat dipengaruhi kenaikan harga BBM non subsidi

LintasWarganet.com – 10 Juni 2026 | Rupiah Indonesia menunjukkan penguatan signifikan pada Rabu pagi, naik 158 poin atau sekitar 0,88 persen menjadi Rp17.900 per dolar Amerika Serikat. Lonjakan nilai tukar ini bertepatan dengan keputusan pemerintah menaikkan tarif bahan bakar minyak (BBM) non‑subsidi, yang memicu pergerakan positif di pasar valuta asing.

Kenaikan harga BBM non‑subsidi, yang dilaporkan naik sebesar beberapa sen per liter, meningkatkan ekspektasi aliran devisa masuk dari sektor energi dan transportasi. Investor menilai bahwa penyesuaian harga tersebut dapat menstabilkan defisit impor bahan bakar, sehingga mengurangi tekanan jual pada rupiah.

Berikut ini ringkasan pergerakan nilai tukar rupiah dalam rentang waktu 24 jam terakhir:

Waktu Nilai Tukar (Rp/USD) Perubahan
06:00 WIB Rp17.742
12:00 WIB Rp17.842 +0,56%
18:00 WIB Rp17.900 +0,88%

Selain faktor BBM, pasar juga dipengaruhi oleh data inflasi yang menunjukkan penurunan moderat, serta ekspektasi kebijakan moneter yang tetap akomodatif dari Bank Indonesia. Kombinasi faktor‑faktor ini menciptakan suasana bullish yang mendorong pelaku pasar untuk membeli rupiah.

Para analis memperkirakan bahwa penguatan rupiah dapat berlanjut asalkan pemerintah menjaga kebijakan fiskal dan harga energi tetap stabil. Namun, volatilitas global, khususnya pergerakan dolar AS, tetap menjadi risiko utama yang dapat memengaruhi nilai tukar di masa depan.