Usai Tak Buka Pendaftaran Dapur Baru, Kantor BGN Didemo Investor
Usai Tak Buka Pendaftaran Dapur Baru, Kantor BGN Didemo Investor

Usai Tak Buka Pendaftaran Dapur Baru, Kantor BGN Didemo Investor

LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | Moratorium pendaftaran dapur baru yang diberlakukan oleh Badan Garansi Nasional (BGN) menimbulkan keresahan di kalangan investor, terutama di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T). Keputusan menunda pembukaan pendaftaran tersebut memicu demonstrasi yang dilakukan oleh kelompok investor pada hari Senin, menuntut kejelasan kebijakan dan solusi cepat.

Reaksi Investor

Investor mengungkapkan bahwa moratorium mengganggu rencana ekspansi usaha kuliner mereka. Beberapa mengklaim bahwa penundaan ini berpotensi menurunkan omzet hingga 15 persen dalam tiga bulan ke depan. Keluhan utama meliputi kurangnya transparansi, tidak adanya jadwal pasti pembukaan kembali pendaftaran, serta dampak negatif terhadap lapangan kerja di daerah 3T.

  • Permintaan penetapan jadwal pasti pembukaan pendaftaran.
  • Komitmen BGN untuk menyediakan dukungan teknis bagi pelaku usaha.
  • Jaminan tidak ada penalti bagi investasi yang telah terlanjur dipersiapkan.

Respons BGN

Pihak BGN menyatakan bahwa moratorium diberlakukan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan dan sanitasi dapur baru. Menurut juru bicara BGN, proses evaluasi ini diperlukan untuk melindungi konsumen dan menjaga reputasi industri kuliner nasional.

Untuk menanggapi protes, BGN berjanji akan mengambil langkah-langkah berikut:

  1. Mengadakan pertemuan langsung dengan perwakilan investor dalam tiga hari kerja ke depan.
  2. Menyiapkan draft regulasi baru yang akan dipublikasikan dalam satu minggu.
  3. Memberikan bantuan konsultasi gratis bagi pelaku usaha yang terdampak.
  4. Menetapkan timeline resmi pembukaan kembali pendaftaran dapur baru.

Para pengamat menilai bahwa komunikasi yang lebih terbuka antara BGN dan pelaku usaha menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan investor. Jika BGN dapat menyelesaikan evaluasi tanpa menunda terlalu lama, diharapkan investasi di sektor kuliner, khususnya di wilayah 3T, dapat kembali meningkat.