Ekonom: Rupiah Bisa Rebound Jika Policy Mix Fiskal-Moneter Membaik
Ekonom: Rupiah Bisa Rebound Jika Policy Mix Fiskal-Moneter Membaik

Ekonom: Rupiah Bisa Rebound Jika Policy Mix Fiskal-Moneter Membaik

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Rupiah mengalami tekanan nilai tukar sejak awal tahun akibat ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter. Sejumlah ekonom menekankan bahwa stabilisasi nilai tukar tidak dapat dibebankan semata kepada Bank Indonesia (BI); dibutuhkan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Berikut beberapa langkah yang dianggap dapat memperbaiki policy mix di Indonesia:

  • Pengendalian defisit anggaran melalui prioritisasi proyek infrastruktur yang produktif.
  • Peningkatan penerimaan pajak dengan reformasi administrasi perpajakan.
  • Penyusunan kebijakan moneter yang fleksibel, termasuk penyesuaian suku bunga acuan secara bertahap.
  • Koordinasi intensif antara Kementerian Keuangan dan BI dalam penetapan target inflasi dan nilai tukar.
  • Transparansi dalam komunikasi kebijakan untuk menurunkan ekspektasi pasar yang spekulatif.

Jika kombinasi kebijakan tersebut berjalan selaras, para ekonom memperkirakan rupiah berpotensi kembali menguat dalam jangka menengah. Kenaikan nilai tukar dapat menurunkan biaya impor, khususnya bahan baku energi dan makanan, yang pada gilirannya menurunkan tekanan inflasi.

Namun, terdapat risiko yang tetap harus diwaspadai, antara lain volatilitas pasar global, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika politik domestik yang dapat memengaruhi persepsi investor.

Secara keseluruhan, stabilisasi rupiah memerlukan pendekatan yang holistik, menggabungkan kebijakan fiskal yang disiplin dengan kebijakan moneter yang adaptif. Keseimbangan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar dan memberikan fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.