Pemprov Papua Perkuat Rantai Distribusi Perikanan di Wilayah Pesisir
Pemprov Papua Perkuat Rantai Distribusi Perikanan di Wilayah Pesisir

Pemprov Papua Perkuat Rantai Distribusi Perikanan di Wilayah Pesisir

LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Papua, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), meluncurkan program komprehensif untuk memperkuat rantai distribusi hasil perikanan di wilayah pesisir. Program ini bertujuan memastikan tangkapan nelayan dapat tersimpan, diproses, dan didistribusikan secara efisien, sehingga meningkatkan pendapatan nelayan dan keamanan pangan.

Beberapa langkah strategis yang diambil meliputi:

  • Pembangunan fasilitas cold storage berkapasitas besar di titik-titik penangkapan utama.
  • Penyediaan kendaraan berpendingin khusus untuk mengangkut ikan segar ke pasar lokal dan regional.
  • Pendirian pusat pengolahan ikan yang dilengkapi mesin pengolahan modern, seperti penggilingan, pengeringan, dan pengemasan.
  • Pelatihan bagi nelayan dan pengusaha kecil mengenai standar kualitas, prosedur penanganan pasca-tangkap, serta teknik pemasaran digital.
  • Kerjasama dengan institusi keuangan untuk memudahkan akses pembiayaan bagi usaha perikanan skala mikro.

DKP menargetkan bahwa dalam dua tahun ke depan, volume penangkapan yang masuk ke jaringan distribusi formal akan meningkat hingga 30 %. Selain itu, diharapkan tingkat kehilangan hasil tangkapan (post‑harvest loss) dapat turun menjadi kurang dari 10 %.

Gubernur Papua, dalam konferensi pers, menyatakan bahwa penguatan rantai distribusi perikanan merupakan bagian integral dari program pembangunan ekonomi maritim yang lebih luas. “Kita ingin menjadikan Papua sebagai sentra perikanan berkelanjutan, di mana nelayan tidak hanya menangkap ikan, tetapi juga memperoleh nilai tambah melalui proses pengolahan dan pemasaran yang terorganisir,” ujar beliau.

Dengan dukungan anggaran daerah serta bantuan teknis dari kementerian terkait, diharapkan inisiatif ini dapat menjadi model bagi provinsi lain yang memiliki potensi perikanan tinggi namun masih menghadapi tantangan logistik.