Mendukbangga Kunjungi Warga Baduy untuk Perluas Jangkauan MBG 3B
Mendukbangga Kunjungi Warga Baduy untuk Perluas Jangkauan MBG 3B

Mendukbangga Kunjungi Warga Baduy untuk Perluas Jangkauan MBG 3B

LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Juru bicara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemensos) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, melakukan kunjungan resmi ke wilayah masyarakat adat Baduy pada tanggal 27 April 2026. Kunjungan ini bertujuan memperluas jangkauan program MBG 3B, inisiatif terbaru pemerintah untuk meningkatkan layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di daerah terpencil.

Selama pertemuan dengan tokoh adat dan warga Baduy, Wihaji menekankan pentingnya akses layanan kesehatan yang terintegrasi, terutama dalam hal penyuluhan keluarga berencana, pemeriksaan kehamilan, dan imunisasi. Ia menyampaikan bahwa program MBG 3B akan melibatkan penyediaan unit layanan bergerak, pelatihan kader kesehatan lokal, serta penyediaan alat kontrasepsi yang sesuai dengan nilai-nilai budaya setempat.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam kunjungan tersebut antara lain:

  • Peningkatan Infrastruktur: Penempatan pos layanan kesehatan sementara yang dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti ruang konseling, ruang pemeriksaan, dan tempat penyimpanan obat-obatan.
  • Pelatihan Kader Lokal: Mengadakan pelatihan intensif bagi anggota masyarakat Baduy yang akan menjadi tenaga kesehatan desa, guna memastikan keberlanjutan layanan setelah tim mobil selesai bertugas.
  • Pengadaan Alat Kontrasepsi: Distribusi alat kontrasepsi modern yang aman dan tidak bertentangan dengan prinsip hidup sederhana yang dianut oleh masyarakat Baduy.
  • Penyuluhan Berbasis Budaya: Penyusunan materi penyuluhan yang disesuaikan dengan bahasa dan nilai-nilai tradisional Baduy, sehingga pesan kesehatan dapat diterima dengan baik.

Wihaji juga menambahkan bahwa program MBG 3B tidak hanya berfokus pada aspek medis, melainkan juga pada pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh. “Kami ingin memastikan setiap keluarga di Baduy memiliki pilihan yang informatif dan dapat diakses tanpa mengorbankan kepercayaan budaya mereka,” ujar Wihaji.

Kunjungan ini mendapat sambutan positif dari tokoh adat Baduy, yang menyatakan kesiapan komunitas untuk bekerja sama dengan pemerintah asalkan program dijalankan dengan menghormati adat istiadat. Mereka berharap kehadiran layanan kesehatan bergerak dapat mengurangi beban perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan terdekat.

Program MBG 3B diproyeksikan akan berjalan selama 12 bulan dengan evaluasi triwulanan, sehingga pihak kementerian dapat menyesuaikan strategi berdasarkan umpan balik lapangan. Jika berhasil, model ini berpotensi direplikasi ke daerah adat lain yang memiliki tantangan serupa dalam hal akses layanan kesehatan.