Pegadaian Luncurkan PURE Movement, Daur Ulang Seragam Jadi Peluang Ekonomi bagi UMKM
Pegadaian Luncurkan PURE Movement, Daur Ulang Seragam Jadi Peluang Ekonomi bagi UMKM

Pegadaian Luncurkan PURE Movement, Daur Ulang Seragam Jadi Peluang Ekonomi bagi UMKM

LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Jakarta, 29 April 2026 – PT Pegadaian merayakan Hari Bumi Sedunia sekaligus menyongsong ulang tahun ke-125 dengan meluncurkan inisiatif keberlanjutan bertajuk PURE (Pegadaian Uniform REcycle) Movement. Program ini mengubah seragam kerja lama karyawan menjadi material kain daur ulang yang akan disalurkan kepada ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan dalam ekosistem GadePreneur.

PURE Movement merupakan langkah konkret perusahaan dalam mengelola limbah tekstil, sekaligus memperkuat komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pada tahap pertama, Pegadaian menargetkan pengumpulan 500 kilogram seragam bekas dari seluruh karyawan kantor pusat dalam rentang satu bulan. Seragam yang terkumpul akan diproses oleh mitra pihak ketiga menjadi serat kain baru, yang selanjutnya dijadikan bahan baku bagi pelaku UMKM di sektor fesyen dan kerajinan.

Rincian Program PURE Movement

Program ini dirancang dengan pendekatan 5W1H yang jelas:

  • What: Daur ulang seragam kerja lama menjadi kain tekstil baru.
  • Why: Mengurangi limbah tekstil, menjaga integritas brand, serta menciptakan peluang ekonomi bagi UMKM.
  • Who: Semua karyawan PT Pegadaian (kantor pusat) sebagai penyumbang seragam; mitra pihak ketiga sebagai pengolah; UMKM binaan GadePreneur sebagai penerima produk akhir.
  • When: Pengumpulan dimulai pada 22 April 2026 dan berlangsung selama satu bulan.
  • Where: Peluncuran di Pegadaian Tower, Jakarta; pengolahan di fasilitas mitra pengolahan tekstil.
  • How: Seragam dikumpulkan, disortir, dan dikirim ke pihak ketiga untuk proses pemintalan kembali menjadi benang dan kain.

Direktur Human Capital, Tribuana Tunggadewi, menegaskan bahwa PURE Movement bukan sekadar aksi lingkungan, melainkan upaya menumbuhkan budaya tanggung jawab di lingkungan kerja. “Melalui PURE Movement, kami mengubah momentum pergantian seragam menjadi aksi sirkular yang nyata. Kami tidak hanya fokus pada pengurangan limbah, tetapi juga membangun kesadaran akan tanggung jawab atas setiap aset perusahaan yang kita gunakan,” ujar Tunggadewi dalam keterangan tertulis.

Dia menambahkan, proses daur ulang dipilih untuk melindungi identitas visual Pegadaian. Karena seragam mengandung logo resmi, distribusi langsung ke pihak luar berpotensi menimbulkan penyalahgunaan. Dengan mengubahnya menjadi serat kain, risiko tersebut dapat diminimalisir.

Direktur Jaringan dan Operasi, Eka Pebriansyah, menyoroti dimensi ekonomi dari inisiatif ini. “Kain hasil olahan daur ulang nantinya akan didistribusikan kepada ribuan UMKM binaan Pegadaian yang tergabung dalam ekosistem GadePreneur. Saat ini terdapat lebih dari 12.000 UMKM yang terhubung, dengan sekitar 2.000 di antaranya sedang menjalani program pendampingan intensif,” kata Eka.

Ia menegaskan bahwa pelaku UMKM di bidang fesyen akan diberi akses khusus untuk memanfaatkan kain daur ulang sebagai bahan baku produk mereka, sehingga tercipta nilai tambah bagi konsumen sekaligus mengurangi jejak karbon industri tekstil.

Implikasi ESG dan Dampak Sosial Ekonomi

PURE Movement mempertegas posisi Pegadaian sebagai perusahaan yang mengintegrasikan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam strategi bisnisnya. Pengurangan limbah tekstil berkontribusi pada target pengelolaan sampah nasional, sementara pemberdayaan UMKM selaras dengan agenda ekonomi inklusif pemerintah.

Dengan menyalurkan bahan baku yang ramah lingkungan kepada UMKM, Pegadaian tidak hanya menciptakan peluang pasar baru, tetapi juga membantu mengurangi biaya produksi bagi pelaku kecil yang selama ini mengandalkan bahan baku konvensional. Dampak positif ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan UMKM, memperluas jaringan pemasaran, dan menggerakkan ekosistem bisnis berkelanjutan.

Program ini juga menjadi contoh praktik circular economy di sektor keuangan, di mana aset non-finansial (seragam) dioptimalkan kembali menjadi sumber nilai ekonomi. Hal ini sejalan dengan agenda global untuk mengurangi emisi karbon dan mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan 8 (Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Harapan Kedepan

Pegadaian menargetkan bahwa setelah fase pertama pengumpulan 500 kilogram, program akan diperluas ke seluruh jaringan kantor daerah serta cabang operasional. Selain itu, perusahaan berencana menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk mengembangkan kurikulum berbasis ekonomi sirkular, sehingga generasi muda dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan limbah dan inovasi hijau.

Dengan menggabungkan aksi lingkungan, pelestarian brand, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, PURE Movement menegaskan bahwa limbah perusahaan dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan menjadi model bagi korporasi lain dalam menerapkan prinsip ESG secara holistik.

Sebagai penutup, PURE Movement tidak hanya merayakan Hari Bumi dan usia 125 tahun Pegadaian, tetapi juga menandai komitmen jangka panjang perusahaan untuk berkontribusi pada kelestarian bumi dan pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.