Rupiah Melemah Akibat Berhentinya Negosiasi AS-Iran
Rupiah Melemah Akibat Berhentinya Negosiasi AS-Iran

Rupiah Melemah Akibat Berhentinya Negosiasi AS-Iran

LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi melemah 32 poin atau sekitar 0,19 persen, mencatat Rp17.275 per dolar AS, naik dari penutupan sebelumnya.

Penurunan ini terjadi bersamaan dengan laporan bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran telah dihentikan. Berita tersebut memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai potensi peningkatan tekanan geopolitik yang dapat memengaruhi aliran modal ke pasar Asia, termasuk Indonesia.

Berikut beberapa faktor utama yang berkontribusi pada pelemahan rupiah:

  • Berhentinya negosiasi AS-Iran meningkatkan persepsi risiko geopolitik.
  • Sentimen pasar global yang cenderung defensif, terutama setelah data ekonomi AS yang menunjukkan tekanan inflasi.
  • Arus keluar dana asing dari pasar berkembang, termasuk Indonesia, yang menambah tekanan jual pada rupiah.

Bank Indonesia (BI) menanggapi pergerakan ini dengan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar bila diperlukan. Dalam pernyataan resmi, BI menambahkan bahwa kebijakan moneter akan tetap fokus pada pengendalian inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Berikut rangkuman nilai tukar rupiah dalam tiga hari terakhir:

Tanggal Nilai Tukar (IDR/USD)
Senin Rp17.220
Selasa Rp17.250
Rabu Rp17.275

Para analis memperkirakan bahwa selama ketegangan geopolitik tetap tinggi, rupiah dapat menghadapi volatilitas tambahan. Namun, mereka juga mencatat bahwa kebijakan moneter yang disiplin serta cadangan devisa yang kuat dapat menjadi penyangga utama.

Secara keseluruhan, meski pelemahan rupiah masih berada dalam kisaran yang dapat dikelola, perkembangan di Timur Tengah dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat tetap menjadi faktor kunci yang perlu dipantau oleh pelaku pasar dan regulator.