Dirut Bulog Sebut Anggaran Serap Gabah dan Jagung Capai Rp68,6 Triliun
Dirut Bulog Sebut Anggaran Serap Gabah dan Jagung Capai Rp68,6 Triliun

Dirut Bulog Sebut Anggaran Serap Gabah dan Jagung Capai Rp68,6 Triliun

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk penyerapan gabah hingga jagung pakan pada tahun anggaran ini mencapai Rp68,6 triliun. Anggaran tersebut mencakup berbagai program mulai dari pembelian, penyimpanan, hingga distribusi bahan pangan strategis untuk menjaga stabilitas harga dan kecukupan stok nasional.

Berikut adalah rincian utama dari anggaran serap tersebut:

  • Pembelian gabah: Sekitar Rp45 triliun dialokasikan untuk membeli gabah dari petani di seluruh Indonesia, dengan prioritas pada daerah penghasil utama.
  • Pembelian jagung pakan: Sekitar Rp15 triliun diarahkan untuk pengadaan jagung yang akan diproses menjadi pakan ternak.
  • Logistik dan penyimpanan: Rp8,6 triliun dialokasikan untuk biaya transportasi, fasilitas penyimpanan, serta pemeliharaan stok agar tetap dalam kondisi optimal.

Ramdhani menegaskan bahwa penyerapan penuh anggaran tersebut tidak hanya akan menstabilkan pasar beras dan jagung, tetapi juga memberikan dampak positif pada pendapatan petani. “Dengan anggaran yang cukup, Bulog dapat membeli gabah dengan harga yang adil, sekaligus memastikan pasokan jagung pakan yang memadai untuk menjaga produktivitas sektor peternakan,” ujarnya.

Implementasi anggaran ini akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun, dengan koordinasi intensif antara Bulog, Kementerian Pertanian, serta lembaga keuangan yang mendukung pembiayaan petani. Pemerintah menargetkan agar seluruh dana terpakai secara efektif sebelum akhir tahun fiskal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan segera oleh seluruh pemangku kepentingan.

Penggunaan anggaran sebesar itu juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor, khususnya pada jagung pakan, yang selama ini masih menjadi tantangan bagi ketahanan pangan nasional. Dengan meningkatkan produksi dalam negeri melalui insentif pembelian, Bulog berperan penting dalam menurunkan impor dan menstabilkan neraca perdagangan bahan pangan.