Zebra Cross Pac‑Man di Pancoran: Kreativitas Warga Dijaga, Standarisasi Jalan Dinas Bina Marga Siapkan Penataan Ulang
Zebra Cross Pac‑Man di Pancoran: Kreativitas Warga Dijaga, Standarisasi Jalan Dinas Bina Marga Siapkan Penataan Ulang

Zebra Cross Pac‑Man di Pancoran: Kreativitas Warga Dijaga, Standarisasi Jalan Dinas Bina Marga Siapkan Penataan Ulang

LintasWarganet.com – 01 April 2026 | Jalan Prof. Dr. Soepomo, Pancoran, Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan publik setelah inisiatif warga mencat zebra cross bergambar karakter Pac‑Man menjadi viral di media sosial. Meskipun gambar tersebut menarik perhatian, Dinas Bina Marga DKI Jakarta menegaskan bahwa zebra cross tersebut tidak akan langsung dihapus, melainkan akan dipertahankan sementara sambil menyiapkan penataan ulang sesuai standar teknis yang berlaku.

Langkah Penataan Ulang Lima Titik Zebra Cross

Pada akhir Maret 2026, Dinas Bina Marga mengumumkan rencana menata ulang lima titik zebra cross di koridor Jalan Soepomo, yang menghubungkan kawasan Pancoran dan Tebet. Dua titik pertama – di depan Universitas Sahid dan seberang Sekolah Kinderfield – sudah selesai dikerjakan pada 31 Maret 2026. Empat titik lainnya dijadwalkan selesai dalam minggu berikutnya, dengan proses pengerjaan dilakukan secara maraton untuk meminimalisir gangguan lalu lintas.

Kepala Pusat Data Informasi Dinas Bina Marga, Siti Dinar Wenny, menjelaskan bahwa inisiatif warga menciptakan zebra cross kreatif menjadi contoh nyata kebutuhan fasilitas penyeberangan yang aman. “Kami menghargai inisiatif tersebut dan akan mengembalikannya ke standar teknis yang berlaku, namun keputusan akhir akan menunggu kondisi lapangan,” ujar Wenny.

Apresiasi Pemerintah terhadap Kreativitas

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara terbuka memuji kreativitas warga yang menambahkan elemen visual pada marka jalan. Namun, ia menekankan bahwa semua marka jalan harus mematuhi regulasi nasional dan internasional demi keselamatan pengguna. “Kreativitas ini positif, namun zebra cross tetap harus disempurnakan agar sesuai standar keselamatan,” kata Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota pada 31 Maret 2026.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur, Yustinus Prastowo, menambahkan bahwa tidak ada rencana penghapusan langsung. “Bina Marga hanya mengingatkan adanya aturan standar, bukan memerintahkan pembongkaran. Kami akan menunggu cat yang sudah diaplikasikan memudar sebelum melakukan perbaikan lebih lanjut,” jelasnya.

Kontroversi Hoaks Penghapusan

Sejumlah video di media sosial mengklaim bahwa zebra cross Pac‑Man telah dihapus. Pemeriksaan lapangan oleh tim IDN Times pada 31 Maret 2026 membuktikan klaim tersebut tidak akurat; marka masih tampak jelas dan terus dipakai oleh pejalan kaki. Video‑hoaks tersebut tampaknya mengacu pada penataan ulang titik lain di Jalan Soepomo, bukan pada zebra cross bergambar Pac‑Man.

Ketika ditanya mengenai rumor tersebut, Dinas Bina Marga menegaskan bahwa proses penataan ulang tidak meliputi penghapusan zebra cross kreatif, melainkan menunggu cat memudar sebelum melakukan perbaikan standar. “Kami tidak menghapus, kami hanya mengingatkan tentang regulasi dan menyiapkan standar yang aman,” ujar Yustinus.

Alasan Standarisasi dan Dampak bagi Pengguna Jalan

Regulasi marka jalan tidak hanya bersifat administratif, melainkan bertujuan melindungi semua pengguna, termasuk mereka yang memiliki gangguan persepsi visual atau spasial. Standarisasi memastikan kontras warna, dimensi, dan penempatan yang konsisten, sehingga meminimalkan risiko kecelakaan. Pada situasi saat ini, cat yang diaplikasikan secara swadaya belum memenuhi kriteria teknis, sehingga Dinas Bina Marga berencana melakukan perbaikan setelah cat alami memudar.

Selain aspek keselamatan, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan kreator konten dan seniman untuk proyek ruang publik lainnya. Yustinus menyebutkan rencana mengundang para kreator yang terlibat dalam pembuatan zebra cross Pac‑Man untuk berpartisipasi dalam mural atau instalasi seni di area publik lain, seperti di bawah tol Becakayu.

Reaksi Warga dan Harapan Kedepan

Warga Pancoran menyatakan rasa terima kasih atas pengakuan pemerintah terhadap inisiatif mereka. Beberapa warga yang sebelumnya merasa kurang aman karena hilangnya marka penyeberangan pada akhir 2025, setelah peningkatan trotoar, kini melihat adanya solusi jangka panjang. “Kami senang pemerintah menghargai kreativitas kami, sekaligus memastikan keamanan tetap terjaga,” ujar salah satu warga yang membantu melukis zebra cross.

Secara keseluruhan, langkah Dinas Bina Marga mencerminkan keseimbangan antara menghargai partisipasi masyarakat dan menegakkan standar keselamatan. Proses penataan ulang diharapkan selesai dalam beberapa minggu ke depan, dengan zebra cross Pac‑Man tetap dapat dinikmati sampai perbaikan resmi dilakukan.

Dengan pendekatan yang transparan dan inklusif, pemerintah DKI Jakarta berupaya menciptakan ruang publik yang aman, estetis, dan mendukung partisipasi kreatif warga, tanpa mengorbankan kepatuhan terhadap regulasi yang ada.