Wamentan Ungkap Ubi Jalar Bisa Jadi Harta Karun Pangan Indonesia
Wamentan Ungkap Ubi Jalar Bisa Jadi Harta Karun Pangan Indonesia

Wamentan Ungkap Ubi Jalar Bisa Jadi Harta Karun Pangan Indonesia

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Peneliti dari lembaga Wamentan menegaskan bahwa ubi jalar memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu komoditas strategis dalam ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemanfaatan varietas unggul dan penerapan teknologi modern dapat mengubah ubi jalar menjadi sumber nilai ekonomi yang signifikan bagi daerah‑daerah produksi.

Ubi jalar selama ini dikenal sebagai tanaman pangan tahan banting yang dapat tumbuh pada berbagai kondisi tanah dan iklim. Dengan memperkenalkan benih unggul yang memiliki kandungan karbohidrat, serat, vitamin A, dan antioksidan tinggi, produktivitas dapat meningkat secara substansial.

Faktor utama yang mendukung

  • Teknologi pertanian: Penggunaan sistem irigasi tetes, pupuk organik terkontrol, dan teknik penanaman tepat waktu meningkatkan hasil per hektar.
  • Benih unggul: Varietas yang dikembangkan secara genetik memiliki ketahanan terhadap hama serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan iklim.
  • Dukungan kebijakan: Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengalokasikan dana khusus untuk riset dan penyuluhan kepada petani.

Proyeksi dampak ekonomi

Faktor Potensi
Produksi nasional +30% dalam lima tahun
Pendapatan petani +25% rata‑rata
Lapangan kerja Penambahan 150 ribu tenaga kerja di sektor agribisnis

Dengan peningkatan produksi, ubi jalar tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan konsumsi domestik, tetapi juga berpotensi diekspor sebagai bahan baku industri makanan olahan, seperti tepung, snack, dan produk fungsional. Hal ini membuka peluang investasi baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pertanian.

Namun, tantangan tetap ada. Penyuluhan yang konsisten, akses ke pasar yang adil, serta penguatan rantai pasok menjadi kunci keberhasilan. Wamentan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan swasta untuk mengoptimalkan potensi ubi jalar sebagai harta karun pangan Indonesia.

Jika strategi ini dijalankan secara terintegrasi, ubi jalar dapat berperan sebagai pilar baru dalam memastikan ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.