Wamen KKP Tinjau Praktik Taruna RAS Politeknik KP Sidoarjo, Dorong Standarisasi Budidaya Berkelanjutan

LintasWarganet.com – 25 April 2026 | Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) melakukan kunjungan lapangan ke Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sidoarjo untuk meninjau langsung praktik budidaya ikan dengan sistem Resirkulasi Air (RAS) yang dikelola oleh taruna. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong standarisasi budidaya berkelanjutan serta menjadikan kampus sebagai contoh nasional.

Di lingkungan kampus, lahan seluas beberapa hektar telah dioptimalkan menjadi pusat inovasi teknologi perikanan. Taruna memanfaatkan sistem RAS untuk menghasilkan ikan dengan kualitas tinggi, mengurangi penggunaan air, dan meminimalkan dampak lingkungan. Sistem ini mengedepankan prinsip daur ulang air, kontrol suhu, serta pemantauan kualitas air secara real‑time.

Wamen KKP menekankan beberapa poin penting selama kunjungan:

  • Perlunya standar operasional prosedur (SOP) yang dapat direplikasi oleh lembaga pendidikan lain.
  • Integrasi riset akademik dengan kebutuhan industri perikanan nasional.
  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan praktis di kampus.

Politeknik KP Sidoarjo menyiapkan data produksi sebagai bahan evaluasi. Pada kuartal pertama, produksi ikan lele mencapai 1.200 ekor dengan tingkat mortalitas kurang dari 2 %. Tingkat konversi pakan (FCR) tercatat 1,3, lebih baik dibandingkan rata‑rata nasional.

Parameter Hasil
Produksi (ekor) 1.200
FCR 1,3
Mortalitas 1,8 %

Dengan hasil tersebut, pihak kampus berharap dapat memperluas skala produksi dan mengundang mitra industri untuk menguji teknologi RAS secara komersial. Pemerintah Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan agar model ini dapat direplikasi di setidaknya 15 perguruan tinggi dalam lima tahun ke depan.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Kementerian dalam memajukan sektor perikanan melalui pendidikan, inovasi, dan standar berkelanjutan. Diharapkan, praktik taruna di Politeknik KP Sidoarjo menjadi contoh nyata bagi institusi pendidikan lain serta mendukung ketahanan pangan nasional.