Viral: Dandim Ternate Bubarkan Acara Nobar Film “Pesta Babi” demi Cegah Isu SARA

LintasWarganet.com – 09 Mei 2026 | Rangkaian penayangan bersama (nobar) film berjudul “Pesta Babi” yang dijadwalkan di Ternate menjadi sorotan publik setelah Kodim 1501/Ternate memutuskan untuk menghentikannya. Keputusan tersebut diambil secara mendadak pada malam sebelum acara, dan kemudian menyebar luas melalui media sosial, memicu perbincangan hangat di kalangan warga dan pengguna internet.

Film “Pesta Babi” dikenal mengandung adegan-adegan yang menyinggung nilai-nilai agama dan budaya, sehingga menimbulkan potensi konflik SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Menyadari risiko tersebut, Dandim Ternate menegaskan bahwa prioritas utama adalah menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya provokasi yang dapat memecah belah masyarakat.

Berikut langkah-langkah yang diambil oleh satuan polisi setempat:

  • Mengidentifikasi lokasi dan jadwal penayangan nobar.
  • Berkoordinasi dengan aparat keamanan daerah serta tokoh masyarakat setempat.
  • Mengeluarkan perintah pembubaran acara dengan alasan pencegahan isu SARA.
  • Menjaga keamanan di sekitar area setelah pembubaran untuk menghindari kerusuhan.

Pernyataan resmi Dandim menyebutkan, “Kami tidak menolak kebebasan menonton, namun dalam konteks Ternate yang memiliki keanekaragaman budaya tinggi, kami harus memastikan tidak ada unsur yang dapat memicu ketegangan antar kelompok. Koordinasi dengan pihak terkait terus berlanjut demi keamanan bersama.”

Reaksi masyarakat beragam. Sebagian warga mengapresiasi tindakan tegas polisi sebagai upaya melindungi persatuan, sementara kelompok lain menilai pembubaran sebagai pembatasan kebebasan berekspresi. Di media sosial, tagar #BubarkanNobar dan #CegahSARA menjadi trending selama beberapa jam.

Kasus ini menegaskan pentingnya dialog antara penyelenggara acara, pemerintah daerah, dan aparat keamanan sebelum mengadakan kegiatan publik yang berpotensi sensitif. Ke depannya, pihak berwenang diharapkan dapat memperkuat mekanisme penilaian konten serta melibatkan tokoh agama dan budaya dalam proses perencanaan acara.