Vaksin Campak Tidak Menyebabkan Autisme, Ini Penjelasan Ahli

LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Baru-baru ini beredar di media sosial klaim bahwa vaksin campak (MMR) dapat menyebabkan autisme pada anak. Klaim tersebut telah dibantah oleh para ahli kesehatan dan lembaga resmi.

Penelitian ilmiah selama puluhan tahun menunjukkan tidak ada hubungan antara pemberian vaksin campak dengan gangguan spektrum autisme (ASD). Studi besar yang melibatkan ribuan anak di berbagai negara tidak menemukan peningkatan risiko autisme pada kelompok yang menerima vaksin dibandingkan yang tidak.

  • Vaksin MMR mengandung virus campak, gondongan, dan rubela yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit.
  • Autisme merupakan kondisi neurodevelopmental dengan faktor genetik dan lingkungan yang kompleks, bukan akibat vaksinasi.
  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara tegas menolak klaim tersebut.

Berikut data perbandingan tingkat kejadian autisme sebelum dan sesudah program imunisasi massal di Indonesia (sumber: Kemenkes):

Tahun Kejadian Autisme (per 10.000 anak) Coverage Vaksin Campak (%)
2010 2.1 78
2015 2.0 85
2020 2.2 92

Data di atas menunjukkan tidak ada peningkatan signifikan pada angka autisme meskipun cakupan vaksinasi terus naik.

Para ahli menekankan pentingnya meluruskan informasi yang tidak berdasar, karena penyebaran hoaks dapat menurunkan kepercayaan publik dan menurunkan tingkat imunisasi, berpotensi memicu wabah campak kembali.

Jika ada pertanyaan mengenai keamanan vaksin, masyarakat dapat menghubungi fasilitas layanan kesehatan terdekat atau mengunjungi situs resmi Kementerian Kesehatan.