Ustad Adnan Arsal, Juru Damai Poso, Tutup Usia di Usia 78 Tahun
Ustad Adnan Arsal, Juru Damai Poso, Tutup Usia di Usia 78 Tahun

Ustad Adnan Arsal, Juru Damai Poso, Tutup Usia di Usia 78 Tahun

LintasWarganet.com – 27 Maret 2026 | KH Muhammad Adnan Arsal, yang lebih dikenal sebagai Ustad Adnan Arsal, meninggal pada Jumat sekitar pukul 18.30 WIB setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Beliau dimakamkan di Tanah Pusaka, Poso, Sulawesi Tengah, dengan prosesi yang dihadiri oleh ribuan warga, tokoh agama, pejabat daerah, serta perwakilan masyarakat.

Ustad Adnan Arsal, lahir pada 19 Mei 1948, dikenal sebagai tokoh agama Islam yang konsisten menggalang perdamaian di wilayah Poso yang pernah dilanda konflik bersenjata. Selama lebih dari dua dekade, ia berperan aktif dalam mediasi antar kelompok, memfasilitasi dialog, serta menyebarkan nilai-nilai toleransi melalui ceramah-ceramahnya yang bersifat inklusif.

Beberapa prestasi pentingnya antara lain:

  • Menjadi mediator utama dalam penyelesaian konflik 1999-2000 yang menewaskan ratusan jiwa.
  • Mendirikan Lembaga Pendidikan Islam “Al‑Hidayah” yang kini melahirkan ribuan santri.
  • Menjadi penasehat damai bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam upaya pembangunan berkelanjutan.

Reaksi beragam datang setelah berita kepergiannya. Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Masturi, menyatakan rasa duka yang mendalam dan menegaskan bahwa jasa Ustad Adnan akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya. Sementara itu, tokoh-tokoh agama lain, termasuk KH. Maulana Yusuf, menyoroti dedikasi Ustad Adnan dalam menegakkan ukhuwah Islamiyah tanpa memandang suku atau latar belakang.

Acara pemakaman berlangsung sederhana namun khidmat. Prosesi dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pemakaman di Tanah Pusaka yang dipenuhi bunga melati. Keluarga almarhum meminta agar masyarakat tidak mengadakan upacara berlebihan, melainkan melanjutkan perjuangan perdamaian yang telah dirintisnya.

Kepergian Ustad Adnan Arsal meninggalkan kekosongan yang sulit diisi. Namun, warisan nilai-nilai toleransi, dialog, dan keadilan yang ditanamkan selama ini diharapkan tetap hidup dalam setiap upaya rekonsiliasi di Poso dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *