Unifil Gelar Upacara Penghormatan di Beirut Lepas Tiga Personel TNI Gugur
Unifil Gelar Upacara Penghormatan di Beirut Lepas Tiga Personel TNI Gugur

Unifil Gelar Upacara Penghormatan di Beirut Lepas Tiga Personel TNI Gugur

LintasWarganet.com – 03 April 2026 | Pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan pada Kamis, 2 April 2026, di ibu kota Beirut. Acara tersebut diselenggarakan untuk menghormati pengorbanan tiga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tewas dalam operasi keamanan bersama UNIFIL di wilayah selatan Lebanon.

Ketiga prajurit yang gugur adalah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala (Anumerta) Andi Prasetyo, dan Kopral (Anumerta) Rudi Hartono. Mereka merupakan bagian dari kontingen Indonesia yang ditugaskan dalam misi penjagaan perbatasan, patroli rutin, dan bantuan kemanusiaan di daerah rawan konflik.

Upacara dimulai dengan pembacaan doa, pelekatan bendera merah putih, serta penyampaian penghormatan militer oleh perwakilan UNIFIL dan pejabat Kementerian Pertahanan Indonesia. Selama prosesi, nama-nama almarhum dibacakan satu per satu, diikuti dengan salam hormat dari para perwira pasukan multinasional.

Pihak UNIFIL menegaskan bahwa insiden yang menewaskan ketiga prajurit tersebut terjadi akibat tembakan silang antara kelompok bersenjata lokal pada malam 30 Maret 2026. Misi UNIFIL terus berupaya menurunkan ketegangan dan melindungi penduduk sipil, sementara pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen untuk tetap berpartisipasi dalam operasi perdamaian.

Presiden Republik Indonesia, melalui juru bicara resmi, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi prajurit-prajurit tersebut. Ia menekankan pentingnya solidaritas internasional dalam menjaga keamanan regional dan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah mengorbankan nyawanya demi kedamaian.

Upacara penutupan diakhiri dengan menurunkan bendera setengah tiang di lokasi upacara dan penempatan karangan bunga putih sebagai simbol perdamaian. Keluarga almarhum diundang untuk menerima surat penghargaan resmi dari Kedutaan Besar Indonesia di Beirut.