TRC PPA Ingatkan Risiko Besar Hak Asuh Anak yang Salah Putus
TRC PPA Ingatkan Risiko Besar Hak Asuh Anak yang Salah Putus

TRC PPA Ingatkan Risiko Besar Hak Asuh Anak yang Salah Putus

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Undang‑Undang Perlindungan Anak (UUPA) mengatur hak asuh anak sebagai upaya utama melindungi masa depan generasi muda. Pada praktiknya, keputusan hak asuh yang keliru dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesejahteraan psikologis dan perkembangan anak.

Tim Rekonsiliasi dan Konseling (TRC) serta Perkumpulan Perlindungan Anak (PPA) menegaskan kembali pentingnya penilaian objektif dan berbasis kepentingan terbaik anak (best‑interest of the child). Mereka mengingatkan bahwa keputusan yang tidak tepat dapat memicu trauma, gangguan mental, serta menurunkan kualitas hubungan keluarga.

Berikut beberapa risiko utama yang diidentifikasi oleh TRC PPA:

  • Stres dan kecemasan berkelanjutan akibat ketidakstabilan lingkungan hidup.
  • Gangguan perilaku seperti agresi atau penarikan diri di sekolah.
  • Penurunan prestasi akademik yang berdampak pada peluang pendidikan di masa depan.
  • Risiko kekerasan emosional bila anak ditempatkan di lingkungan yang tidak mendukung.

Untuk mengurangi risiko tersebut, para pakar menyarankan langkah-langkah berikut:

  1. Melakukan evaluasi psikologis menyeluruh terhadap anak sebelum keputusan hak asuh ditetapkan.
  2. Menjamin keterlibatan kedua orang tua dalam proses mediasi yang difasilitasi oleh tenaga profesional.
  3. Mengacu pada pedoman UUPA yang menekankan prinsip kepentingan terbaik anak.
  4. Memberikan akses layanan konseling pasca‑putusan bagi anak dan keluarga.

Dengan mengedepankan prinsip perlindungan dan kesejahteraan anak, diharapkan keputusan hak asuh dapat menjadi fondasi kuat bagi tumbuh kembang generasi selanjutnya.