Tragedi Penembakan di Café Panhead: Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa Tewas, Tuduhan Antara Rekan TNI dan Warga Sipil
Tragedi Penembakan di Café Panhead: Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa Tewas, Tuduhan Antara Rekan TNI dan Warga Sipil

Tragedi Penembakan di Café Panhead: Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa Tewas, Tuduhan Antara Rekan TNI dan Warga Sipil

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Palembang – Sebuah insiden menewaskan anggota TNI bernama Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa terjadi pada akhir pekan lalu di Café Panhead, Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat I. Pratu Ferischal, seorang prajurit yang dikenal aktif di lingkungan militer, menjadi korban tembakan yang diduga dilakukan oleh sesama anggota TNI dengan inisial Sertu MRR.

Kronologi Kejadian

Pada malam Rabu, 20 Mei 2026, Pratu Ferischal berada di Café Panhead bersama rekan-rekannya. Menurut Kapendam II Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, terjadi perselisihan yang memanas antara Pratu Ferischal dan Sertu MRR. Perselisihan tersebut berujung pada penembakan yang mengakibatkan Pratu Ferischal terluka parah.

Setelah tertembak, Pratu Ferischal dilarikan ke RS Permata Palembang. Meskipun mendapatkan pertolongan medis, korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Upacara pemakaman militer dilaksanakan pada Sabtu sore, 16 Mei, di TPU Sematang Borang, Palembang, dengan kehadiran pejabat TNI serta keluarga almarhum.

Penyelidikan dan Temuan Awal

Denpom II Sriwijaya melakukan serangkaian penyelidikan menyeluruh. Tim penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa puluhan saksi, serta mengamankan rekaman CCTV yang merekam insiden tersebut. Hasil penyidikan sementara menunjukkan adanya dua pelaku utama: Sertu MRR, anggota TNI yang diduga menembak, dan seorang warga sipil berinisial DS yang diduga menyembunyikan senjata api rakitan yang dipergunakan.

Senjata yang digunakan diperkirakan merupakan rakitan buatan lokal. Penyidik masih menelusuri asal usul, jenis, dan cara perolehan senjata tersebut. Menurut Yordania, proses penyelidikan akan terus digali hingga semua aspek terungkap.

Tindakan Militer dan Penegakan Hukum

Pangdam II Sriwijaya, Mayjen Ujang Darwis, telah memerintahkan jajaran Asintel Kasdam dan Danpomdam untuk menyelidiki kasus ini secara mendalam hingga tuntas. Berkas perkara terhadap Sertu MRR akan segera diserahkan ke Otmil I 05 Palembang, sementara warga sipil DS akan dilimpahkan ke Polrestabes Palembang untuk proses hukum selanjutnya.

Brigjen Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan akuntabel, mengingat dampak luas terhadap kepercayaan publik terhadap institusi militer.

Dampak dan Reaksi Publik

Kasus penembakan antar anggota TNI ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat Palembang. Warga menilai pentingnya penegakan disiplin internal serta pengawasan ketat terhadap kepemilikan senjata api ilegal. Organisasi kemanusiaan dan lembaga hak asasi manusia menyoroti perlunya prosedur keamanan yang lebih ketat di lingkungan militer untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Selain itu, keluarga Pratu Ferischal menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus berharap proses hukum dapat memberikan keadilan yang setimpal. Mereka juga mengajak pihak berwenang untuk meningkatkan upaya pencegahan konflik internal di antara anggota TNI.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik pribadi, bila tidak dikelola dengan baik, dapat bereskalasi menjadi tragedi fatal, bahkan di institusi yang menekankan kedisiplinan tinggi.

Dengan penyelidikan yang masih berjalan, publik menantikan hasil akhir yang dapat memberikan kejelasan mengenai motif, kronologi lengkap, serta langkah-langkah perbaikan yang akan diambil oleh TNI dalam rangka menjaga integritas dan keamanan anggotanya.