Tradisi Kenduri Lebaran Ketupat di Klaten: Kebersamaan dan Doa Bersama
Tradisi Kenduri Lebaran Ketupat di Klaten: Kebersamaan dan Doa Bersama

Tradisi Kenduri Lebaran Ketupat di Klaten: Kebersamaan dan Doa Bersama

LintasWarganet.com – 27 Maret 2026 | Setiap menjelang Idul Fitri, warga Delanggu, Klaten, Jawa Tengah mengadakan tradisi kenduri bakdo kupat yang menjadi momen penting untuk mempererat tali persaudaraan dan menyampaikan doa bersama.

Makna dan Tujuan

Acara ini tidak hanya sekadar makan bersama, melainkan sarana untuk bersyukur atas keberkahan tahun yang akan berakhir serta memohon keselamatan bagi keluarga dan lingkungan.

Proses Persiapan

  • Petani dan ibu‑rumah menyiapkan daun kelapa atau pandan sebagai pembungkus ketupat.
  • Beras ditanak dalam anyaman daun, kemudian direbus selama beberapa jam hingga matang.
  • Setelah ketupat siap, disajikan bersama lauk tradisional seperti opor, sambal, dan sayur asem.

Jadwal Kenduri di Delanggu (2026)

Waktu Kegiatan
08:00 Pembukaan dengan pembacaan ayat suci
09:30 Penyajian ketupat dan hidangan
11:00 Doa bersama dan penyerahan sedekah
12:30 Penutup dan ramah tamah

Acara kenduri ini biasanya dihadiri oleh ratusan warga, mulai dari generasi muda hingga lansia. Semua peserta diundang tanpa memandang status ekonomi, mencerminkan semangat gotong‑royong yang kuat dalam budaya Jawa.

Pada Jumat, 27 Maret 2026, foto-foto memperlihatkan warga berdoa bersama di lapangan terbuka, menandakan keikhlasan dan harapan akan kebahagiaan bersama di hari raya yang suci.

Tradisi ini terus dipertahankan oleh panitia lokal yang secara rutin mengatur logistik, penyediaan bahan makanan, serta koordinasi dengan tokoh agama setempat. Diharapkan, kenduri bakdo kupat dapat menjadi warisan budaya yang lestari bagi generasi selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *