Taksi Hijau Asal Vietnam Tertemper KRL, Serangkaian Kecelakaan di Bekasi Timur Terungkap
Taksi Hijau Asal Vietnam Tertemper KRL, Serangkaian Kecelakaan di Bekasi Timur Terungkap

Taksi Hijau Asal Vietnam Tertemper KRL, Serangkaian Kecelakaan di Bekasi Timur Terungkap

LintasWarganet.com – 27 April 2026 | Sejumlah insiden melibatkan taksi listrik berwarna hijau asal Vietnam terjadi di wilayah Bekasi Timur, dimana kendaraan tersebut menabrak Kereta Rel Listrik (KRL) dan menyebabkan gangguan operasional serta cedera pada penumpang. Kejadian ini memicu pertanyaan tentang keamanan taksi listrik di jaringan transportasi perkotaan.

Insiden pertama tercatat pada tanggal 12 April 2024, ketika sebuah taksi Xanh SM melaju melintasi perlintasan sebidang di dekat Stasiun Bekasi Timur. Pengemudi taksi tidak dapat menghentikan kendaraan tepat waktu, sehingga taksi menabrak gerbong KRL yang sedang melaju. Akibatnya, satu penumpang KRL mengalami luka ringan dan layanan kereta terganggu selama lebih dari satu jam.

Berikut rangkaian kecelakaan yang melibatkan taksi hijau tersebut:

  • 12 April 2024 – Taksi Xanh SM menabrak KRL di perlintasan sebidang, satu penumpang luka ringan.
  • 18 April 2024 – Taksi hijau lain gagal berhenti di lampu merah, menabrak gerbong KRL di perlintasan yang sama, menyebabkan kerusakan pada pintu gerbong.
  • 25 April 2024 – Dua taksi Xanh SM berpapasan di jalur yang sama, salah satunya menabrak kereta penumpang, tidak ada korban jiwa namun mengakibatkan penundaan layanan.

Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan penyelidikan bersama operator KRL. Temuan awal menunjukkan bahwa pengemudi taksi tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan kecepatan pada perlintasan. Selain itu, sistem pengereman taksi listrik tersebut diduga belum teruji secara menyeluruh pada kondisi jalan yang padat.

Sebagai respons, otoritas setempat menghentikan sementara operasi taksi hijau di jalur kereta api dan menuntut produsen melakukan audit keselamatan. Pemerintah provinsi Jawa Barat juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Vietnam untuk meninjau regulasi kendaraan listrik asing yang beroperasi di Indonesia.

Para ahli transportasi menekankan pentingnya integrasi teknologi kendaraan listrik dengan infrastruktur transportasi publik. Mereka menyarankan pemasangan sensor otomatis pada perlintasan sebidang serta pelatihan khusus bagi pengemudi taksi listrik guna mengurangi risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.