RI Perluas Pasar Produk ke China di Tengah Kondisi Nilai Tukar Rupiah
RI Perluas Pasar Produk ke China di Tengah Kondisi Nilai Tukar Rupiah

RI Perluas Pasar Produk ke China di Tengah Kondisi Nilai Tukar Rupiah

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas pangsa pasar produk Indonesia ke China meski nilai tukar rupiah berada dalam tekanan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional sekaligus meningkatkan daya saing produk domestik di arena internasional.

Faktor-faktor yang Mendorong Ekspansi

  • Nilai tukar rupiah yang melemah: Meskipun nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, hal ini dapat meningkatkan daya saing harga produk Indonesia di pasar China yang menggunakan yuan.
  • Kesepakatan bilateral: Pemerintah telah menandatangani beberapa MoU dengan lembaga dagang China untuk mempermudah prosedur bea masuk dan standar kualitas.
  • Inisiatif pemerintah: Program ‘Made in Indonesia’ yang diperkuat dengan insentif pajak dan dukungan pembiayaan bagi eksportir.

Langkah Konkret Pemerintah

  1. Penguatan fasilitas logistik di pelabuhan-pelabuhan utama, termasuk pelabuhan Tanjung Priok dan Belawan, untuk mempercepat proses pengiriman.
  2. Penyediaan pendampingan teknis bagi UKM melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Perdagangan.
  3. Peningkatan promosi produk di pameran dagang internasional di China, seperti China Import and Export Fair (Canton Fair).

Dyah Roro Esti menambahkan bahwa pemerintah juga tengah mengkaji skema pembiayaan dengan bank-bank domestik untuk memberikan fasilitas kredit bersubsidi bagi eksportir yang ingin menembus pasar China. Hal ini diharapkan dapat menurunkan beban biaya produksi dan mempercepat alur ekspor.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa diversifikasi pasar ke China dapat menjadi penyangga bagi perekonomian Indonesia di tengah volatilitas nilai tukar. Namun, mereka menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, kepatuhan standar internasional, dan penguatan rantai pasok domestik untuk memastikan keberlanjutan ekspor.

Secara keseluruhan, upaya memperluas pasar ke China diharapkan tidak hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi juga membuka peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan nasional, dan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan perdagangan global.