RFK Jr. Jadi Sorotan Internet: Video Menangkap Ular Tanpa Sarung Tangan Memicu Kehebohan
RFK Jr. Jadi Sorotan Internet: Video Menangkap Ular Tanpa Sarung Tangan Memicu Kehebohan

RFK Jr. Jadi Sorotan Internet: Video Menangkap Ular Tanpa Sarung Tangan Memicu Kehebohan

LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Seorang tokoh politik Amerika Serikat kembali menjadi perbincangan hangat di dunia maya setelah sebuah video memperlihatkan ia menangkap dua ekor ular hitam berwarna coklat tanpa sarung tangan. Robert F. Kennedy Jr., yang sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Kesehatan Amerika, mengunggah klip tersebut di akun media sosial pribadinya sambil menjelaskan bahwa ia sedang memindahkan ular‑ular tersebut dari teras kantor Dr. Mehmet Oz, Administrator Centers for Medicare and Medicaid Services.

Video Viral Menampilkan RFK Jr. Menangani Ular

Dalam video berdurasi singkat itu, Kennedy terlihat mencengkeram ekor kedua ular sekaligus menegukannya dengan tangan telanjang. Kedua ular tersebut merupakan spesies non‑beracun yang dikenal dengan nama “black racer”. Saat ia menarik ular‑ular itu, kedua ekor menggigit ke arah jarinya, namun tidak menimbulkan luka serius. Di latar belakang terdengar istri Kennedy, aktris Cheryl Hines, bertanya, “Kenapa?” sambil menyarankan suaminya untuk melepaskan ular-ular itu.

Reaksi Publik dan Pakar Herpetologi

Setelah video itu menyebar, reaksi pengguna internet terbagi menjadi tiga kelompok utama: kagum, skeptis, dan mengkritik. Sebagian pengguna memuji keberanian Kennedy dalam berinteraksi dengan satwa liar, sementara yang lain menilai aksi tersebut berbahaya dan tidak patut ditiru. Pakar herpetologi menegaskan bahwa spesies yang muncul di video memang tidak beracun bagi manusia, namun mereka memperingatkan bahwa memegang ular dengan cara mencengkeram ekor dapat menyebabkan cedera pada tulang belakang ular.

  • Bonnie Keller, mantan anggota Dewan Masyarakat Herpetologi Virginia, mengatakan, “Itu bukan cara yang saya sarankan, namun saya menghormati keahlian profesionalnya.”
  • Sean McKnight, direktur program di Rattlesnake Conservancy, menambahkan, “Penanganan satwa liar sebaiknya sesingkat mungkin untuk mengurangi stres pada hewan.”

Riwayat Interaksi RFK Jr. dengan Satwa Liar

Video terbaru ini bukan pertama kalinya Kennedy menampilkan aksi serupa. Pada awal tahun 2024, ia memposting rekaman dirinya menggunakan jaring kecil dan sekop untuk menangkap ular derik di halaman rumahnya di California, sekaligus menampilkan taring beracun ular tersebut di depan kamera. Pada bulan yang sama, ia membagikan foto dirinya memegang seekor burung starling yang ia selamatkan di Bandara Dulles, Virginia. Bahkan pada 2014, ia mengakui pernah menaruh bangkai beruang di Central Park, New York, sebagai lelucon yang kemudian menuai kritik luas.

Pertimbangan Etika dan Keselamatan

Keberadaan video-video tersebut menimbulkan perdebatan etis mengenai hak publik figur untuk memperlihatkan penanganan satwa liar secara langsung. Kritikus menilai bahwa aksi semacam itu dapat memicu peniruan berbahaya di kalangan penonton, terutama yang tidak memiliki pengetahuan atau perlengkapan keselamatan yang memadai. Sementara itu, pendukung berargumen bahwa Kennedy menggunakan pengalaman pribadi sebagai falconer dan pemburu satwa untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menghormati alam.

Para ahli menekankan pentingnya prosedur penanganan yang aman: menghindari memegang ular dari ekor, menggunakan sarung tangan pelindung, dan memastikan lingkungan sekitar bebas dari gangguan. Mereka juga menekankan bahwa penanganan satwa liar sebaiknya dilakukan oleh profesional yang memiliki izin dan pelatihan khusus.

Terlepas dari perbedaan pendapat, video tersebut berhasil menarik perhatian publik terhadap isu konservasi, penanganan satwa liar, dan peran tokoh publik dalam mempengaruhi persepsi masyarakat. Kejadian ini sekaligus menambah catatan panjang Kennedy dalam menggabungkan kegiatan luar ruangan dengan karier politiknya yang kini tengah mengarah pada pencalonan presiden.

Dengan viralitas yang terus meningkat, video ini diperkirakan akan menjadi bahan diskusi lebih lanjut di media sosial, forum konservasi, serta dalam perbincangan politik mengenai tanggung jawab seorang calon pemimpin dalam menampilkan perilaku yang dapat memengaruhi publik.