Rahasia Puasa Tarwiyah & Arafah 2026: Jadwal, Doa, dan Keutamaan yang Wajib Anda Tahu!
Rahasia Puasa Tarwiyah & Arafah 2026: Jadwal, Doa, dan Keutamaan yang Wajib Anda Tahu!

Rahasia Puasa Tarwiyah & Arafah 2026: Jadwal, Doa, dan Keutamaan yang Wajib Anda Tahu!

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Setiap tahunnya, umat Islam di seluruh dunia menantikan datangnya bulan Dzulhijjah, bulan yang dipenuhi keberkahan dan kesempatan memperbanyak amalan sunnah. Di antara amalan yang paling disarankan adalah puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Kedua puasa ini tidak hanya menyiapkan hati menjelang Idul Adha, tetapi juga menawarkan pahala yang sangat besar bila dilaksanakan dengan niat yang tulus.

Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026

Menurut penetapan Kementerian Agama RI, 1 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan Senin, 18 Mei 2026. Dengan perhitungan tersebut, puasa Tarwiyah jatuh pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah). Kedua hari tersebut berada dalam rentang sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, periode yang secara khusus dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah, dzikir, dan sedekah.

Keutamaan Puasa di Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Para sahabat menyebutkan bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki nilai istimewa. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada satu hari ketika amal shalih lebih disukai Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” (HR. Bukhari). Keutamaan khusus meliputi:

  • Penghapusan dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang, terutama melalui puasa Arafah (HR. Muslim).
  • Penghapusan dosa satu tahun penuh bagi yang berpuasa Tarwiyah, meski haditsnya lemah, para ulama tetap menganjurkannya karena berada dalam konteks fadha‑ilul a’mal.
  • Peningkatan pahala setara dengan jihad, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits tentang keutamaan berjuang di jalan Allah.
  • Kesempatan mendapatkan rahmat Allah dan keberkahan malaikat pada hari Arafah, ketika Allah mendekat kepada hamba‑hamba-Nya.

Bacaan Niat dan Doa yang Dianjurkan

Setiap puasa sunnah dimulai dengan niat yang diucapkan dalam hati, namun banyak umat lebih nyaman melafalkannya secara lisan. Berikut contoh niat yang umum dipakai:

  • Puasa Tarwiyah: نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةً سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى – “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aa-laa” (Saya niat berpuasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala).
  • Puasa Arafah: نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةً سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى – “Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aa-laa” (Saya niat berpuasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala).

Setelah niat, umat dianjurkan membaca doa khusus yang menekankan permohonan ampunan. Salah satu doa yang banyak dibaca adalah:

“Ya Allah, berikanlah kepadaku kekuatan untuk menahan diri pada hari ini, ampuni dosa-dosaku yang lalu, dan jadikanlah puasa ini sebagai penawar segala dosa, baik yang lama maupun yang akan datang. Aamiin.”

Amalan Lain yang Disarankan Selama Dzulhijjah

Selain puasa Tarwiyah dan Arafah, ada sejumlah amalan lain yang dapat memperkaya spiritualitas selama bulan mulia ini:

  1. Dzikir sepuluh malam pertama Dzulhijjah, seperti menyebut nama Allah dan membaca ayat‑ayat Al‑Qur’an.
  2. Sholat Idul Adha pada hari ke‑10 Dzulhijjah, dengan niat ikhlas.
  3. Berbagi sedekah dan kurban bagi yang mampu, meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS.
  4. Puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Dzulhijjah) bagi yang menginginkan tambahan pahala.

Keseluruhan rangkaian amalan ini, bila dijalankan secara konsisten, akan mengangkat derajat spiritual, mempererat ukhuwah, dan menyiapkan hati untuk menyambut Idul Adha dengan hati bersih.

Dengan memahami jadwal, niat, dan doa yang tepat, setiap muslim dapat memaksimalkan potensi keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah. Jangan biarkan kesempatan berharga ini terlewat; persiapkan diri sejak dini, ajak keluarga, dan jadikan bulan Dzulhijjah sebagai momentum perubahan positif dalam kehidupan beragama.