PWNU-PCNU Jateng dan DIY Dukung Muktamar ke-35 NU di Pesantren Lirboyo Kediri
PWNU-PCNU Jateng dan DIY Dukung Muktamar ke-35 NU di Pesantren Lirboyo Kediri

PWNU-PCNU Jateng dan DIY Dukung Muktamar ke-35 NU di Pesantren Lirboyo Kediri

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Provinsi Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di Magelang, perwakilan PWNU Jateng dan PCNU DIY menegaskan komitmen mereka untuk menyediakan fasilitas logistik, keamanan, serta tenaga relawan guna memastikan kelancaran acara yang diperkirakan akan dihadiri ribuan tokoh ulama, ulama muda, dan aktivis Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia.

Beberapa poin penting yang disepakati antara lain:

  • Penyiapan akomodasi dan transportasi bagi delegasi peserta Muktamar.
  • Koordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk mengelola keramaian.
  • Penyediaan materi dakwah dan literatur NU yang relevan dengan tema Muktamar ke-35.
  • Penguatan sinergi antar‑cabang NU di Jawa Tengah dan DIY untuk memperkuat basis keagamaan serta sosial di wilayah masing‑masing.

Ketua PWNU Jawa Tengah, H. Ahmad Syarif, menyampaikan bahwa dukungan ini tidak hanya bersifat material, melainkan juga spiritual, mengingat Muktamar ke-35 menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan umat dan meneguhkan arah kebijakan strategis NU ke depan.

Sementara itu, Ketua PCNU DIY, KH. Umar Syarif, menambahkan bahwa pesantren Lirboyo dipilih sebagai tuan rumah karena sejarah panjangnya dalam pendidikan Islam tradisional serta kapasitasnya yang memadai untuk menampung acara berskala nasional.

Acara Muktamar ke-35 direncanakan berlangsung selama tiga hari, dengan agenda utama meliputi pembahasan kebijakan strategis, pelantikan kepengurusan, serta sesi dialog lintas generasi antara ulama senior dan generasi muda. Penyelenggaraan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah revitalisasi nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan keadilan sosial yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.