Progres Pembangunan PSN Garam Nasional di Rote Mencapai 95 Persen, Katakan KKP

LintasWarganet.com – 23 April 2026 | Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan bahwa proyek strategis nasional (PSN) Kawasan Sentra Produksi Garam Nasional di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, telah mencapai tingkat kemajuan sebesar 95 persen.

Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan garam dalam negeri dan meningkatkan kontribusi sektor perikanan serta pertanian di wilayah timur Indonesia.

Berikut ini beberapa capaian penting yang telah diselesaikan hingga kini:

  • Persiapan lahan seluas 1.200 hektar telah selesai, termasuk pengukuran, perataan, dan penataan infrastruktur dasar.
  • Pembangunan fasilitas pengolahan garam, pelabuhan pendukung, serta jaringan transportasi internal telah mencapai 90 persen.
  • Instalasi sistem irigasi dan pemanfaatan energi terbarukan (panel surya) telah selesai dan mulai dioperasikan secara percobaan.
  • Pelatihan teknis bagi petani lokal dan tenaga kerja setempat telah melibatkan lebih dari 1.500 peserta.
  • Pengadaan peralatan modern, termasuk evaporator garam dan mesin pengering, telah mencapai 92 persen.

KKP menargetkan bahwa sisa pekerjaan, yang meliputi finalisasi instalasi listrik, penyelesaian jaringan distribusi air, dan serah terima akhir proyek, akan selesai pada kuartal kedua tahun 2027. Setelah selesai, kapasitas produksi garam di Rote diproyeksikan dapat mencapai 200 ribu ton per tahun, yang diharapkan dapat menurunkan ketergantungan impor garam hingga 30 persen.

Selain manfaat ekonomi, proyek ini juga diharapkan meningkatkan lapangan kerja di daerah dengan perkiraan penyerapan lebih dari 5.000 tenaga kerja selama fase operasional. Pemerintah daerah Rote Ndao menyambut baik kemajuan ini dan menegaskan komitmennya untuk mendukung kelancaran penyelesaian proyek.

Dengan progres yang hampir selesai, KKP menegaskan kembali pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk memastikan keberlanjutan produksi garam nasional yang ramah lingkungan dan berdaya saing.