Prasasti Anjurkan Penyesuaian Harga BBM Mengantisipasi Kenaikan Harga Minyak Dunia Hingga Akhir Tahun
Prasasti Anjurkan Penyesuaian Harga BBM Mengantisipasi Kenaikan Harga Minyak Dunia Hingga Akhir Tahun

Prasasti Anjurkan Penyesuaian Harga BBM Mengantisipasi Kenaikan Harga Minyak Dunia Hingga Akhir Tahun

LintasWarganet.com – 02 April 2026 | Prasasti, lembaga riset kebijakan ekonomi, baru-baru ini mengeluarkan rekomendasi untuk menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia bila tren kenaikan harga minyak dunia terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.

Analisis mereka mengasumsikan harga minyak mentah berada pada level sekitar US$100 per barel, sementara kurs Rupiah diperkirakan stabil di Rp17.000 per dolar AS. Pada skenario tersebut, defisit fiskal negara diproyeksikan meluas hingga 3,3‑3,5 % dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Variabel Proyeksi
Harga minyak dunia US$100/barel
Kurs Rupiah Rp17.000/USD
Defisit fiskal 3,3‑3,5 % PDB

Dengan defisit yang semakin melebar, pemerintah diperkirakan akan menghadapi tekanan pada neraca negara, terutama dalam hal pembiayaan subsidi BBM yang selama ini bersifat subvensi. Oleh karena itu, Prasasti menyarankan beberapa langkah penyesuaian harga BBM yang bersifat bertahap dan terukur.

  • Menerapkan kenaikan harga BBM secara bertahap setiap kuartal, menyesuaikan dengan pergerakan harga minyak internasional.
  • Menetapkan kebijakan subsidi silang, di mana konsumen dengan pendapatan rendah tetap mendapatkan subsidi yang lebih besar, sementara konsumen menengah‑atas menerima harga pasar.
  • Mengoptimalkan penggunaan bahan bakar alternatif, seperti biofuel, untuk mengurangi ketergantungan pada minyak bumi.
  • Melakukan peninjauan kembali alokasi anggaran subsidi secara periodik untuk memastikan efektivitasnya.

Jika rekomendasi tersebut diimplementasikan, diperkirakan beban fiskal dapat ditekan, sekaligus menjaga kestabilan harga BBM bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, kebijakan penyesuaian harga juga harus diiringi dengan program perlindungan sosial agar dampak inflasi tidak berlebihan.