Prajurit Kodam IX/Udayana Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Prajurit Kodam IX/Udayana Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Prajurit Kodam IX/Udayana Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

LintasWarganet.com – 04 April 2026 | Denpasar, Republika.co.id – Keluarga Besar Kodam IX/Udayana menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya Sertu Muhammad Nur Ichwan, seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang tengah menjalankan tugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Kejadian ini menambah deretan nama pahlawan yang mengorbankan nyawa demi keamanan regional.

Nur Ichwan, yang berasal dari Kabupaten Jembrana, Bali, tergabung dalam satuan pasukan yang bertugas mengamankan zona penyangga antara Israel dan Lebanon. Pada tanggal 2 April 2024, ia tewas dalam insiden tembakan yang terjadi saat patroli rutin di wilayah yang rawan konflik. Menurut laporan resmi, serangan tersebut berasal dari kelompok bersenjata yang tidak teridentifikasi, dan prajurit lain berhasil mengevakuasi korban ke pos medis terdekat, namun sayangnya nyawa Nur Ichwan tak dapat diselamatkan.

Berikut rangkuman singkat mengenai peristiwa tersebut:

  • Tanggal kejadian: 2 April 2024
  • Lokasi: Zona penyangga UNIFIL, perbatasan Lebanon-Israel
  • Korban: Sertu Muhammad Nur Ichwan, prajurit Kodam IX/Udayana
  • Penyebab: Tembakan dari kelompok bersenjata tidak teridentifikasi

Pihak komando Kodam IX/Udayana, melalui juru bicara resmi, menyatakan rasa hormat yang tinggi kepada almarhum serta mengucapkan terima kasih atas pengorbanannya. “Kami berdoa agar keluarga almarhum diberikan kekuatan, dan semoga pengorbanannya menjadi inspirasi bagi seluruh anggota TNI yang bertugas di luar negeri,” ujar juru bicara tersebut.

Keluarga Nur Ichwan, yang saat ini berada di Bali, menerima kabar duka tersebut melalui panggilan telepon resmi dari kedutaan Indonesia di Beirut. Mereka mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam namun tetap bangga atas dedikasi putra mereka dalam menjaga perdamaian internasional.

Kepergian prajurit ini juga menimbulkan sorotan terhadap risiko tinggi yang dihadapi pasukan perdamaian di zona konflik. Pemerintah Indonesia terus menegaskan komitmennya untuk mendukung misi perdamaian UN, sekaligus memastikan keselamatan personel TNI melalui koordinasi yang intens dengan otoritas internasional.

Upacara pemakaman militer akan dilaksanakan di Bali pada akhir pekan ini, dengan kehadiran perwakilan militer, pejabat daerah, serta warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sang pahlawan.