PNM Gerakkan Pemberdayaan Berkelanjutan: Pakaian, Buku, dan 27.000 Pohon untuk Masyarakat Akar Rumput Indonesia
PNM Gerakkan Pemberdayaan Berkelanjutan: Pakaian, Buku, dan 27.000 Pohon untuk Masyarakat Akar Rumput Indonesia

PNM Gerakkan Pemberdayaan Berkelanjutan: Pakaian, Buku, dan 27.000 Pohon untuk Masyarakat Akar Rumput Indonesia

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Perusahaan Nasional Milik Negara (PNM) memperkuat komitmen lingkungan dan sosialnya melalui program pemberdayaan berkelanjutan yang difokuskan pada komunitas akar rumput di seluruh Indonesia. Inisiatif ini menggabungkan tiga aksi utama: penyediaan pakaian layak pakai, distribusi buku pendidikan, serta penanaman 27.000 pohon.

Program pakaian ditujukan untuk keluarga kurang mampu, terutama di daerah pedesaan, dengan mengalokasikan pakaian baru dan secondhand yang telah melalui proses sanitasi. Pemberian buku mencakup materi literasi dasar, buku pelatihan keterampilan, serta literatur yang mendukung pemahaman tentang pertanian berkelanjutan.

  • Pakaian: Lebih dari 15.000 set pakaian telah didistribusikan ke 120 desa sejak awal tahun 2024.
  • Buku: Sekitar 10.000 judul buku pendidikan dan keterampilan disalurkan ke pusat komunitas dan sekolah desa.
  • Penanaman Pohon: 27.000 bibit pohon, termasuk spesies mangga, jati, dan pohon bakau, ditanam di lahan kritis sebagai bagian dari upaya penghijauan dan mitigasi perubahan iklim.

Penanaman pohon tidak hanya berkontribusi pada tujuan penghijauan nasional, tetapi juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Setiap pohon yang ditanam dipantau selama lima tahun untuk memastikan pertumbuhan optimal dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

PNM bekerja sama dengan lembaga non‑profit, pemerintah daerah, dan kelompok tani lokal untuk memastikan bahwa semua komponen program dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan. Evaluasi awal menunjukkan peningkatan kepuasan hidup penerima manfaat, dengan 87% responden melaporkan peningkatan akses ke pakaian yang layak dan 78% menyatakan bahwa buku yang diberikan membantu meningkatkan keterampilan mereka.

Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model bagi perusahaan lain dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan agenda lingkungan yang lebih luas, memperkuat peran PNM sebagai agen perubahan sosial dan ekologis di Indonesia.